Bubur Roti Tabur Coklat
Resep sederhana chef Faza (4y11m) yang suka sekali diolahnya sendiri. Saat Faza mau cemilan ini, ibu tinggal bilang: kakak bikin sendiri ya, bisa kan?
Bisaa, jawabnya dg mata berbinar sambil berlari ke kulkas menyiapkan bahan2. Lalu dengan sekejap sudah mengambil piring di dapur.
Boleh dicoba di rumah ayahbunda :)
Bahan:
Roti tawar 2 lembar
Susu UHT setengah gelas
Coklat meses 2 sendokmakan
Semua bahan bisa ditakar sesuai selera. Roti juga bisa dimodif dengan kraker/biskuit.
Cara membuat:
Sobek roti menjadi bagian bagian kecil
Tuangkan susu, hancurkan roti sampai menjadi tekstur bubur
Taburkan coklat meses merata
Siap disantap :)
Sudah diuji di dapur chef Faza ;)
Thursday, 19 March 2015
Wednesday, 18 March 2015
Tentang Cintapedia
Tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah impian untuk menjadi nyata. Manusia hanya bisa membuat rencana, sedangkan Allah lah yang mempunyai ketentuan.
Ada orang orang yang diberi kesempatan mencapai impian dalam waktu secepat kilat. Ada pula yang harus sabar meniti tangga impian seolah berkendara di atas punggung siput. Satu hal yang pasti, sebuah impian akan menjadi kenyataan atas izin Allah, jika manusia berteguh hati meyakini dan memperjuangkannya.
Seperti satu impian yang lama saya ikrarkan dalam doa dan langkah demi langkah perjuangan. Impian untuk bisa menginspirasi lewat tulisan. Menorehkan kebaikan di hati orang yang membaca kata demi kata yang terlahir dari tarian jemari saya.
Menulis buku sudah menjadi impian saya sejak kecil. Namun impian itu pasang surut seiring ritme kehidupan yang dinamis. Sempat pula mimpi itu tampak begitu jauh panggang dari api. Bahkan hampir terkubur oleh timbunan episode keseharian.
Saya lebih banyak gagal daripada berhasil menang lomba menulis. Naskah buku saya belum pernah diterima penerbit. Sampai akhirnya suatu malam-tengah malam buta-, saya menemukan sebuah iklan sekolah menulis online. Saya tertarik dan bertekad mengikuti, meski biayanya memang lumayan untuk kocek saya yang waktu itu baru saja melahirkan. Alhamdulillah saya punya tabungan dan suami mendukung.
Maka lembar demi lembar tulisan yang sudah sempat saya cicil mulai kembali saya garap. Tiap tengah malam saya mengetik. Seringkali diselingi tangis putri kedua saya yang minta ASI. Maka menulis sambil menggendong pun saya lakoni. Suami saya berbagi ide dan tulisan karena kami ingin membuat buku duet. Impian suami sejak awal menikah. Beliau pun rajin jadi koki dadakan yang sigap menyulap cemilan untuk penulis amatir ini.
Singkat cerita buku itu pun selesai di bawah bimbingan mentor sekolah online. Sayangnya, buku saya masih gagal tembus penerbit. Awalnya saya pasrah, akan mencoba kirim lagi ke penerbit lain. Suami saya beda, ia mulai mewacanakan self-publishing atau terbit mandiri. Kami pun berburu info sebanyak banyaknya tentang self publishing. Suami saya menyempatkan waktu untuk survey percetakan buku sampai malam hari.
Begitulah. When there is a will, there is a way. When there are effort and pray, there will be a good result. Buku perdana kami pun tercetak. Kami meluncurkannya tanggal 19 Oktober 2014 dalam acara Training Motivas EXIST di Auditorium FPsikologi UI. Tempat yang memberi kenangan manis pada Agustus 2009. Saat itu kami datang yudisium sebagai pengantin baru dengan disambut sorak sorai seisi auditorium dan diberi ucapan selamat langsung dari dekan yang sedang memberi sambutan.
Cetakan pertama buku kami sebanyak 400 eksemplar Alhamdulillah habis dalam waktu 4 bulan. Sebagian kecilnya, yakni 25 eksemplar kami hadiahkan pada orang orang terdekat. Karena masih cukup banyak permintaan, Bismilllah, kami pun rilis cetakan kedua Januari 2015 sebanyak 500 eksemplar. Alhamdulillah sampai saat ini sudah setengahnya terjual.
Ya, saya tahu masih jauh perjuangan yang harus ditempuh untuk mencapai puncak impian itu. Namun, jujur saja hati saya berbunga ketika di penghujung Februari 2015 setetes embun harapan lembut bergulir dalam catatan kehidupan.
Hari itu saya dan suami menghadiri undangan bedah buku kami di BSI Karawang. Ini kedatangan kedua kami ke Karawang. Bedah buku Cintapedia_curhat seru tentang cinta sejati dan jodoh terbaik yang pertama kali diselenggarakan di Stikes Kharisma Karawang. Saat itu hadir sekitar 70 peserta yang bersemangat dan ceria. Kami cukup puas dengan debut pertama tersebut. Apalagi bertemu dengan sahabat lama yang menjadi pemrakarsa acara.
Maka kesempatan kedua untuk berbagi inspirasi di Karawang kami persiapkan dengan lebih matang (btw kali ini pemrakarsanya suami sahabat saya tersebut, TOP lah neng Lies Nurliyani n kang Ridwan:)). Anak anak kami bawa namun kami drop di Saung Mang Adjo bersama mama dan nenek tercinta. Supaya kami fokus ketika berada di panggung bedah buku.
Sampai di lokasi tepat saat kami harus naik panggung (karena sempat nyasar-lagi:)). Panitia langsung menyambut dan mengantar kami ke ruangan. Di tengah perjalanan, segerombol remaja berseragam pramuka terhenti di tangga. Terdengar panitia memberi pengertian bahwa jika tetap mau ikut acara kemungkinan harus duduk di lantai karena kursi yang disiapkan habis. Mereka menjawab tetap mau masuk. Saya takjub ketika suami saya mengulang pesan dari panitia bahwa peserta hari itu membludak hingga hampir 400 orang. Subhanallah..,this is beyond our expectation!
Memasuki ruangan kami menyaksikan ratusan pasang mata menatap kami. Senyum mengembang sopan seolah melukiskan salam perkenalan. Tiga saf kursi peserta terisi penuh oleh remaja putri berseragam pramuka, hanya beberapa yang berbaju bebas. Satu saf paling kiri dipenuhi remaja putra.
Jujur saya agak gugup juga berhadapan dengan peserta sebanyak itu. Terakhir rekor saya menghadapi 150 peserta di launchung buku sepanggung dengan suami. Kali ini lebih dua kali lipatnya!
Bismillah, kami pun pelan melantunkan doa Nabi Musa Alayhissalam. Memohon agar Allah melapangkan dada, memudahkan urusan, menghilangkan kekakuan lidah kami sehingga peserta bisa terinspirasi.
Detik demi detik, kalimat demi kalimat, slide demi slide bergantian kami suguhkan. Riuh tawa bercampur respon antusias ratusan peserta membuat kami bertambah semangat. Namun suasana riang tersebut berganti hening saat suami menyampaikan kisah penutup dari buku Cintapedia. Sebagian besar peserta sampai menitikkan airmata.
Setelahnya, dibuka sesi tanya jawab yang sayangnya tidak bisa memberi kesempatan semua penanya karena keterbatasan waktu. Terakhir, saya membacakan puisi untuk menutup sesi bedah buku. Pertama kalinya puisi yang saya tulis untuk suami dibacakan di depan umum. Puisi itu adalah sisipan di buku Cintapedia, saya tulis 7 hari setelah akad nikah. Peserta menyimak sambil tersenyum masyuk mendengarkan. Beberapa peserta mengutip bait puisi saya di twitter mereka :)
Ternyata bagian paling sensasionalnya tiba di 60 menit terakhir pasca sesi ditutup. Seratus orang pembeli buku kami (banyak yg tidak kebagian krn kami hanya bawa 100 buku sesuai prediksi panitia) bergantian minta foto dan tandatangan. Ditambah permintaan foto bergantian dari panitia, dan sedikit wawancara media lokal. Lengkaplah hari itu pertama kalinya saya merasa mimpi jadi penulis terwujud :) Menandatangani buku tulisan sendiri dan berfoto bersama pembaca buku saya, ditambah diwawancarai ttg buku saya, sebelumnya hanya bayang bayang visualisasi impian yang menggetarkan hati. Suddenly it came true, alhamdulillah...
Segera akun facebook dan twitter saya disapa oleh banyak orang yang meminta pertemanan. Curhat via messenger pun bergantian saya layani. Alhamdulillah, senang rasanya bisa berbagi. Lebih dari itu, saya bahagia karena bisa membantu mereka mendapatkan pencerahan dgn izin Allah. Semoga silaturahim kami ke depan tetap terjalin.
Tentu, perjalanan saya masih jauh untuk menjadi selevel penulis2 idola saya. Setidaknya, sebuah tonggak telah terpancang. Perjuangan siap dilanjutkan. Semoga Allah berkenan memberi kekuatan dan keikhlasan untuk terus mengejar impian, menebar kebaikan, menginspirasi dalam kehidupan. Aamiin.
Salam cinta untuk Karawang :)
Tuesday, 17 March 2015
Resume Buku How to Master Your Habit
How to Master Your Habit_Felix Y. Siauw, Alfatih press, 2013.
Selama 1 tahun telah naik cetak 6 kali. Saat menulis resensi ini, saya baru sadar bahwa buku ini tidak memiliki daftar isi.
Buku ini mengupas tuntas tentang habits. Mulai dari faktor pembentuk, perusak, bagaimana membentuk, tips mempertahankannya, dan inspirasi untuk membentuk habits.
Kaya dengan analogi, cerita, dan logika berpikir yang cerdas namun mudah dicerna. Diselingi dengan humor dan gambar yang membuat mata tidak bosan membaca.
Beberapa poin penting dalam buku ini:
Ayah dari habits adalah practice dan ibunya adalah repetition. Bahkan tanpa motivasi pun habits bisa terbentuk dalam pengkondisian atau paksaan.
Ketika seseorang memiliki strong why, what, n how maka akan lebih kuat faktor pembentukan habits
Sebagus apapun ide atau rencana habits, semua kembali pada fase memulainya. Jika tidak ada take action, dan kembali menunda maka hasilnya nihil. Habits tidak akan terbentuk
Ada 3 milestone dalam membentuk habits. Milest1 ada di 30 hari pertama. Jika telah terbentuk, ujian mempertahankan habits tsb akan terasa di 3x30 hari berikutnya. Jika masih konsisten, maka habits tsb akan teruji lagi selama 10x30 hari berikutnya alias satu tahun. Jika telah melewati 3 milest tsb, terbentuk habits yg kokoh sehingga kita melakukannya secara otomatis dan memiliki alarm tersendiri utk mempertahankannya
Dua bab terakhir dari buku ini mengupas godaan yang bisa mengantarkan pada kegagalan dalam membentuk habits. Godaan pertama adalah mindset diri sendiri yang pesimis. Indikasinya adalah selalu mencari alasan pembenaran dari kesalahan dan kelemahannya. Saat terbiasa mencari alasan dan sibuk menyalahkan faktor luar, maka tak heran kegagalan demi kegagalan terus menghampiri. Karena kita tidak belajar dari kesalahan. Mindset pesimis membuat otak kita OFF dari pencarian solusi dan pengendalian diri. Kita akhirnya bermental korban, menyalahkan keadaan seolah semua di luar kendali kita. Padahal, kita selalu punya pilihan untuk mengendalikan respon terhadap setiap kejadian. Bahasa Ust Felix: Kita tidak akan pernah tahu kemana angin bertiup, namun kita jelas punya pilihan untuk mengendalikan layar kapal.
Bahasan habits ditutup dengan bab berjudul Devil's Temptation. Berisi beberapa (hashtag) kata kunci godaan syaitan untuk menghancurkan habits baik kita, yaitu #mendingan, #yang-lain-juga-begitu dan #sekalii-inii-aja.
Berikut saya kutip paragraf terakhir dari epilog buku ini:
Permasalahannya sedari dulu, selalu saja, bukan terletak pada bisa atau tidak bisa. Tetapi lebih kepada mau atau tidak mau.
Subhanallah, selesai juga nulis resensinya. Ceritanya ini dalam rangka take action membentuk (kembali) habits menulis tiap hari. Sempat terseok dan berat memulai kembali. Semoga bisa istiqomah, aamiin.
Silakan dishare jika bermanfaat. Semoga menjadi amal jariyah bagi Ust Felix dan yang menyebarkannya. Aamiin.
Wallahualambishawab.
Sunday, 15 February 2015
Tahap Perkembangan Anak 12-18 bulan
Tahapan perkembangan anak usia 12-18 bulan
Perkembangan motorik:
Merangkak dg cepat
berdiri dg menjulurkan tangan meminta bantuan
mulai melangkah tanpa dibantu 2-3 langkah lalu jatuh terduduk karena keseimbangan blm sempurna
menikmati gerakan mendorong dan menarik mainan waktu sedang berjalan
mengambil benda dan kemudian melemparkan berulang ulang
menggambar benang kusut
mulai belajar memegang sendok dan makan sendiri
belajar minum sendiri dari gelas
membolak balik halaman buku
membuka dan melihat apa yg ada dlm sebuah kotak
Perkembangan kognitif
mengenali benda2 yg disembunyikan dan menemukannya kembali
sudah jarang memasukkan benda ke mulut
senang menikmati gambar di buku
memperlihatkan atau menawarkan sebuah benda pada orang lain
memperlihatkan pengertian fungsi benda seperti meletakkan sendok di mangkuk dan menggunakannya
menamai objek yg dilihatnya setiap hari
meniru cara orang menjalankan benda mekanik
menyusun 3 balok kecil
Perkembangan bahasa
mengerti perintah sederhana
dapat mengatakan 2 kata sederhana
merespon pertanyaan ya dan tidak dengan mengangguk dan menggeleng
mengenal 5-50 kata, umumnya nama hewan dan mainan
sebanyak 25 % pembicaraannya dapat dimengerti oleh lawan bicaranya
dapat mengidentifikasi 3 bagian tubuh jika seseorang menanyakan, spt mana hidungmu?
menggunakan gerak isyarat utk menarik perhatian orang dewasa
menempatkan objek yg dikenalnya di tempat yg dikenalnya pula
menunjuk dan menamai objek yg diinginkan
Sumber (majalah ayahbunda)
Perkembangan motorik:
Merangkak dg cepat
berdiri dg menjulurkan tangan meminta bantuan
mulai melangkah tanpa dibantu 2-3 langkah lalu jatuh terduduk karena keseimbangan blm sempurna
menikmati gerakan mendorong dan menarik mainan waktu sedang berjalan
mengambil benda dan kemudian melemparkan berulang ulang
menggambar benang kusut
mulai belajar memegang sendok dan makan sendiri
belajar minum sendiri dari gelas
membolak balik halaman buku
membuka dan melihat apa yg ada dlm sebuah kotak
Perkembangan kognitif
mengenali benda2 yg disembunyikan dan menemukannya kembali
sudah jarang memasukkan benda ke mulut
senang menikmati gambar di buku
memperlihatkan atau menawarkan sebuah benda pada orang lain
memperlihatkan pengertian fungsi benda seperti meletakkan sendok di mangkuk dan menggunakannya
menamai objek yg dilihatnya setiap hari
meniru cara orang menjalankan benda mekanik
menyusun 3 balok kecil
Perkembangan bahasa
mengerti perintah sederhana
dapat mengatakan 2 kata sederhana
merespon pertanyaan ya dan tidak dengan mengangguk dan menggeleng
mengenal 5-50 kata, umumnya nama hewan dan mainan
sebanyak 25 % pembicaraannya dapat dimengerti oleh lawan bicaranya
dapat mengidentifikasi 3 bagian tubuh jika seseorang menanyakan, spt mana hidungmu?
menggunakan gerak isyarat utk menarik perhatian orang dewasa
menempatkan objek yg dikenalnya di tempat yg dikenalnya pula
menunjuk dan menamai objek yg diinginkan
Sumber (majalah ayahbunda)
Wednesday, 11 February 2015
Tahap Perkembangan Bayi 10 bulan
Tahapan perkembangan bayi (bagian 3)
Usia 10 bulan:
Merangkak dan menaiki tangga
Berdiri sambil berpegangan pada sesuatu
Dapat membawa 2 benda kecil dalam 1 tangan
Belajar mengamati benda dr berbagai sudut sambil meraba, menjilat, atau menariknya
Mengenal nama beberapa benda
Memahami pertanyaan sederhana
Menggumam beberapa kata
Usia 11 bulan:
Berdiri sendiri dgn berpegangan sambil merambat
Memegang gelas minum sendiri
Kata kata mulai lebih jelas dan mengandung arti
Senang membuka buku atau buka tutup wadah
Dapat memegang krayon dan mencoret coret
Minum sendiri dari camgkirnya, memegang makanan dan memasukkan ke dalam mulut
Usia 12 bulan:
Mencoba belajar mendaki
Melangkahkan kaki dengan berpegangan maupun lepas tangan
Naik turun tangga dengan merangkak atau berdiri tanpa bantuan
Memunjuk objek dengan telunjuknya dan kadang mendorongnya
Sudah dapat mengucapkan kata kata yang berarti
Usia 10 bulan:
Merangkak dan menaiki tangga
Berdiri sambil berpegangan pada sesuatu
Dapat membawa 2 benda kecil dalam 1 tangan
Belajar mengamati benda dr berbagai sudut sambil meraba, menjilat, atau menariknya
Mengenal nama beberapa benda
Memahami pertanyaan sederhana
Menggumam beberapa kata
Usia 11 bulan:
Berdiri sendiri dgn berpegangan sambil merambat
Memegang gelas minum sendiri
Kata kata mulai lebih jelas dan mengandung arti
Senang membuka buku atau buka tutup wadah
Dapat memegang krayon dan mencoret coret
Minum sendiri dari camgkirnya, memegang makanan dan memasukkan ke dalam mulut
Usia 12 bulan:
Mencoba belajar mendaki
Melangkahkan kaki dengan berpegangan maupun lepas tangan
Naik turun tangga dengan merangkak atau berdiri tanpa bantuan
Memunjuk objek dengan telunjuknya dan kadang mendorongnya
Sudah dapat mengucapkan kata kata yang berarti
Wednesday, 4 February 2015
Tahap Perkembangan Bayi 6-9 bulan
Tahapan perkembangan bayi
Mulai 6 bulan:
Mengenali orang2 yg familiar terutama ibu
Mengamati segala sesuatu di sekitarnya
Sudah dapat duduk sambil dibantu
Meraih objek di sekitarnya dengan tangan dan memasukkan tangan ke mulut
Dapat menahan kepala dengan tegak
Dapat berguling di ranjang
Mulai merangkak
Usia 7 bulan:
Mulai belajar menggerakkan jari tangan utk memegang dan memindahkan benda
Mampu mengucapkan 'mammaa' atau 'pappaa'
Daya ingat mulai berkembang sehingga dapat menghubungkan kejadian lalu dg yg akan dilakukan
Mulai mengenal namanya dan bereaksi jika dipanggil
Segera merespon jika ada suara yg familiar dengannya
Usia 8 bulan:
Mampu melihat ke arah mainan yg dijatuhkan
Mengesot di lantai
Mencoba berdiri berpegangan
Mulai berceloteh meniru suara
Makanan pertama di usia 6 bulan (pendamping ASI):
Memiliki tekstur halus sehingga mudah dicerna
Dari bahan alami
Perkenalkan berbagai rasa sejak dini, terutama buah dan sayur
Perkenalkan dengan cara satu-rasa (jangan campur dahulu) utk membantu deteksi alergi makanan
Mulai 6 bulan:
Mengenali orang2 yg familiar terutama ibu
Mengamati segala sesuatu di sekitarnya
Sudah dapat duduk sambil dibantu
Meraih objek di sekitarnya dengan tangan dan memasukkan tangan ke mulut
Dapat menahan kepala dengan tegak
Dapat berguling di ranjang
Mulai merangkak
Usia 7 bulan:
Mulai belajar menggerakkan jari tangan utk memegang dan memindahkan benda
Mampu mengucapkan 'mammaa' atau 'pappaa'
Daya ingat mulai berkembang sehingga dapat menghubungkan kejadian lalu dg yg akan dilakukan
Mulai mengenal namanya dan bereaksi jika dipanggil
Segera merespon jika ada suara yg familiar dengannya
Usia 8 bulan:
Mampu melihat ke arah mainan yg dijatuhkan
Mengesot di lantai
Mencoba berdiri berpegangan
Mulai berceloteh meniru suara
Makanan pertama di usia 6 bulan (pendamping ASI):
Memiliki tekstur halus sehingga mudah dicerna
Dari bahan alami
Perkenalkan berbagai rasa sejak dini, terutama buah dan sayur
Perkenalkan dengan cara satu-rasa (jangan campur dahulu) utk membantu deteksi alergi makanan
Tuesday, 3 February 2015
Tahapan dan stimulasi kecerdasan bayi 1-6 bulan
Sejak masih dalam buaian, bayi sudah menunjukkan potensi kecerdasan. Berikut ini tahap perkembangan kecerdasan buah hati yang harus dipastikan telah mampu dilewati.
Usia 1 bulan:
Mampu memfokuskan penglihatan, mengikuti gerakan objek dengan matanya.
Mampu melihat dengan jarak pandang 12-18 cm dari wajahnya
Mulai mengenali suara, terutama orang orang yang mengasuhnya
Mulai mengecap rasa
Mampu menghentikan aktifitasnya jika diajak bicara
Mampu berkomunikasi melalui tatapan, senyuman, dan tangisan.
Menatap artinya ingin mendengar suara Anda, senyum berarti ingin dekat Anda, menangis mungkin artinya lapar, lelah, tidak nyaman
Usia 2 bulan:
Melihat wajah jika diajak bicara
Mampu membalas senyuman
Menunjukkan minat pada warna yg mencolok
Mulai mengajak bercanda
Mulai memiringkan tubuh
Usia 3 bulan:
Mampu menggulingkan tubuh dari posisi telentang ke tengkurap dan sebaliknya
Mampu meraih mainan atau benda yang didekatkan ke arahnya
Mencoba menangkap dan memegang erat mainannya
Mulai berceloteh
Usia 4 bulan:
Mulai bermain dengan jari kaki dan tangannya
Mampu berpaling pada objek berwarna terang atau memantulkan cahaya
Mengeluarkan suara 'aaaa' atau 'uuuu'
Menunjukkan ekspresi gembira lewat tertawa
Usia 5 bulan:
Menggulingkan badan sendiri
Memegang kaki dan mengulum ibu jari kakinya
Mampu membedakan ayah ibu dengan orang tak dikenal
Menunjukkan minat pada mainan yang berbunyi
Mulai memasukkan benda ke mulut
Usia 6 bulan:p
Menggapai mainan dengan satu tangan
Mampu memegang sendok berisi makanan dan memasukkan ke mulut
Mulai mengeluarkan suara yang membentuk suku kata
Jika anak belum melewati tahapan tersebut, ada baiknya kita memberikan stimulasi lebih intens seperti:
Memperbanyak mengajak anak bicara. Mereka bisa menangkap walaupun tidak selalu menyahut
Memijit halus bagian wajah dan tubuh anak
Memancing anak dengan mainan berbunyi heboh dan berwarna terang
Menggerakkan anggota tubuh anak tangan dan kaki bersilangan spt senam otak
Meraba telapak tangan dan kaki anak
Sekian, semoga bermanfaat, insyaAllah kita lanjutkan kembali tahap usia berikutnya
Usia 1 bulan:
Mampu memfokuskan penglihatan, mengikuti gerakan objek dengan matanya.
Mampu melihat dengan jarak pandang 12-18 cm dari wajahnya
Mulai mengenali suara, terutama orang orang yang mengasuhnya
Mulai mengecap rasa
Mampu menghentikan aktifitasnya jika diajak bicara
Mampu berkomunikasi melalui tatapan, senyuman, dan tangisan.
Menatap artinya ingin mendengar suara Anda, senyum berarti ingin dekat Anda, menangis mungkin artinya lapar, lelah, tidak nyaman
Usia 2 bulan:
Melihat wajah jika diajak bicara
Mampu membalas senyuman
Menunjukkan minat pada warna yg mencolok
Mulai mengajak bercanda
Mulai memiringkan tubuh
Usia 3 bulan:
Mampu menggulingkan tubuh dari posisi telentang ke tengkurap dan sebaliknya
Mampu meraih mainan atau benda yang didekatkan ke arahnya
Mencoba menangkap dan memegang erat mainannya
Mulai berceloteh
Usia 4 bulan:
Mulai bermain dengan jari kaki dan tangannya
Mampu berpaling pada objek berwarna terang atau memantulkan cahaya
Mengeluarkan suara 'aaaa' atau 'uuuu'
Menunjukkan ekspresi gembira lewat tertawa
Usia 5 bulan:
Menggulingkan badan sendiri
Memegang kaki dan mengulum ibu jari kakinya
Mampu membedakan ayah ibu dengan orang tak dikenal
Menunjukkan minat pada mainan yang berbunyi
Mulai memasukkan benda ke mulut
Usia 6 bulan:p
Menggapai mainan dengan satu tangan
Mampu memegang sendok berisi makanan dan memasukkan ke mulut
Mulai mengeluarkan suara yang membentuk suku kata
Jika anak belum melewati tahapan tersebut, ada baiknya kita memberikan stimulasi lebih intens seperti:
Memperbanyak mengajak anak bicara. Mereka bisa menangkap walaupun tidak selalu menyahut
Memijit halus bagian wajah dan tubuh anak
Memancing anak dengan mainan berbunyi heboh dan berwarna terang
Menggerakkan anggota tubuh anak tangan dan kaki bersilangan spt senam otak
Meraba telapak tangan dan kaki anak
Sekian, semoga bermanfaat, insyaAllah kita lanjutkan kembali tahap usia berikutnya
Subscribe to:
Posts (Atom)

