Saturday, 15 September 2018

Resume Diswap Mempesona Tanpa Tebar Pesona: Lima Cara Kerenkan Diri untuk Menjemput Jodoh Terbaik

Mempesona Tanpa Tebar Pesona: Lima Cara Kerenkan Diri untuk Menjemput Jodoh Terbaik oleh Yunda Fitrian, penulis Buku Yakin Dia Jodohmu?

Bagian 1
Laki-laki baik untuk wanita yang baik.  Wanita hebat untuk laki-laki sukses. Pria jahat untuk wanita nakal.

Rumus di atas adalah Rumus Jodoh Terbaik yang Allah sampaikan di QS AnNuur: 26. Tak heran, kalau sekarang ada cewek cabe-cabean yang berpasangan dengan cowok terong-terongan #ups.

Tanyalah pada teman yang kamu anggap paling nyeleneh. Teman yang kelakuannya paling menyebalkan, atau yang paling kriminal: jika menikah kelak, pasangan seperti apa yang ia mau?

Percaya deh, selama masih waras, pasti dia mau punya pendamping hidup yang baik. Pasangan yang bisa membimbing dalam kebaikan.

Serusak apapun seseorang, selama masih waras, pasti ingin dapat pasangan yang baik. Sebab tak bisa dibohongi, hati kecil dan pikiran sehat manusia selalu ingin memperbaiki hidup yang dijalani.

Sekarang gantian. Temukan teman yang menurut kamu paling keren. Baik hatinya, rupawan, berprestasi pula. Tanya jodoh seperti apa yang dia mau.

Bisa ditebak kan jawabannya? Pasti dia mencari yang selevel. Ingin yang sama baiknya, kalau bisa sama hebatnya.

Rasulullah Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam bersabda:
"Ruh-ruh bagaikan tentara yang tersusun. Jika saling mengenal maka akan bersatu, dan jika saling mengingkari maka akan berpisah". [HR. Bukhori-Muslim].

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung makna tentang kecenderungan manusia untuk berkumpul, saling mencintai, dan merindukan manusia lain yang memiliki kesamaan dengan dirinya.

Orang yang gemar berbuat baik akan terhubung dengan sesama orang baik. Orang yang kasar akan selingkaran dengan sesama orang kasar.

Maka jika ingin menjemput jodoh terbaik yang KEREN solusinya adalah MENGKERENKAN diri. Agar frekuensi yang sama ini bertemu dalam ikatan suci. ((Ayoo singlemulia AAMIIN yang kenceengg)).

Mengkerenkan diri beda dengan tebar pesona. Mengkerenkan diri itu mempesona TANPA tebar pesona. Tanpa pencitraan. Apalagi oplosan.

Mengkerenkan diri adalah sebuah PROSES berkelanjutan. Bukan tempelan sesaat atau perubahan instan.

Maka para Singlemulia yang ingin mengkerenkan diri harus mengawali proses belajarnya dengan KOMITMEN.  Komitmen pada kesungguhan untuk mengarahkan langkah lurus hanya kepada kebaikan.

Hambatan dan godaan di tengah jalan bisa jadi sesekali melemahkan, namun TIDAK akan pernah membuatnya berbelok lupa tujuan. WAG Singlemulia ini adalah salah satu sarana kita untuk saling menguatkan ๐Ÿ˜‡๐Ÿ’ช๐Ÿป

Terus gimana cara mengkerenkan diri? Saya membuat singkatan SETANGGUH BADAI. Apaan tuh? Kuy kita simak, latih, dan rasakan perbedaan kala berproses menjadi SETANGGUH BADAI ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿคฉ✊๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜‡
[10/4 06.08] Vina Syafril: Mempesona Tanpa Tebar Pesona: Lima Cara Kerenkan Diri untuk Menjemput Jodoh Terbaik oleh Yunda Fitrian, penulis Buku Yakin Dia Jodohmu?
Bagian 2
1. SEmangat Belajar

SEmangat mengkerenkan diri bermakna semangat belajar mencari ilmu dan hikmah untuk meningkatkan kualitas diri, dimana dan kapan saja, dari siapapun juga.

Kualitas belajar tidak ditentukan dari seberapa tinggi pendidikan seseorang, melainkan seberapa sering ia memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah baik yang tersurat maupun tersirat, pada diri maupun alam semesta. Seberapa peka hati dan akalnya untuk menghubungkan tiap peristiwa yang ia dengar, lihat, dan rasakan menjadi hikmah menuju perbaikan diri.

Makin banyak belajar, manusia makin bijaksana. Sebab ia makin sadar bahwa dirinya begitu hina sementara Allah Maha Mulia. Dengan menerapkan ilmu yang dipelajari, pesona diri akan terpancar.

 Orang yang sama sama semangat belajar akan Allah pertemukan dalam berbagai majlis ilmu. Memancarkan pesonanya masing-masing.

Jadi, teman-teman yang ada di grup ini beruntung sekali. Sudah menjalankan langkah pertama untuk mengkerenkan diri dengan semangat belajar 

2. TANGgap
Pernah naik bus atau commuter line? Mana yang lebih mempesona: anak muda yang tanggap memberi tempat duduk pada lansia, atau yang pura-pura tidur padahal tahu peraturan kursi prioritas? Kalau saya sih yang pertama 
Betapa mempesonanya orang yang tanggap. Ia sigap mengetahui kebutuhan orang lain sehingga ringan untuk berbagi. Ia peka membaca situasi dan kondisi sehingga selalu hadir menjadi pembawa solusi.

Apapun yang bermanfaat akan ia bagi pada sekitarnya. Bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga non materi seperti tenaga, ilmu, akhlak yang baik, bahkan doa. 

Dimanapun berada ia menjadi perantara kebaikan yang membuat lingkaran kebaikan makin luas, menyebar tanpa putus. Pesona dirinya terpancar seluas lingkaran kebaikan yang tersebar.

Jaman now, kita bisa mengoptimalkan medsos untuk berbagi kebaikan. Share informasi kegiatan yang bermanfaat, share ilmu yang didapat, bahkan menggerakkan masyarakat untuk menolong sesama dengan menggalang dana di linimasa. Itulah salah satu ciri para singlemulia jaman now: medsosnya penuh informasi yang bermanfaat, bukan curhatan galau nan alay :D


3. Gaul

Gaul artinya mampu bersosialisasi dengan lingkungannya. Tidak sibuk dengan dunia sendiri lalu lupa tetangga. Karena siapa tahu jodohnya ada di gang sebelah rumah :D

Gaul  juga berarti bergabung di komunitas positif sesuai passion masing-masing. Kita bisa bergabung di komunitas hobi, religi, dan lain sebagainya. Intinya bersama sekelompok orang yang punya persamaan visi.

Jomblo keren biasanya ada di komunitas keren. Di sana mereka berkumpul berbagi ide-ide hebat yang bermanfaat. Bekerja dalam tim menggerakkan kebaikan di masyarakat.

Saya punya kenalan anak-anak muda yang bergabung dalam komunitas peduli panti asuhan, komunitas remaja masjid, sampai penggiat parenting. Mereka semua memancarkan pesona kebaikan yang luar biasa. Pesona yang berangkat dari ketulusan hati untuk bermanfaat pada sesama.

Teman-teman di grup ini pun pasti punya komunitas kan? SIlakan cek selama ini komunitasnya lebih banyak membawa kebaikan atau keburukan? Jika banyak membawa kebaikan Alhamdulillah, bisa jadi jodoh terbaiknya ada di komunitas tersebut.

Nah kalau komunitasnya lebih banyak membawa keburukan, lebih baik hijrah. Sebab berlama-lama dalam komunitas tersebut bisa membuat teman-teman terbawa dalam keburukan dan pada akhirnya hanya bertemu dengan orang-orang yang kurang baik.

4. tedUH
Pernahkah kamu bertemu sosok yang teduh? Bagai pohon rindang ia menaungi manusia dari rasa panas yang menyengat. Ia berbagi kesejukan di tengah tanah gersang.
Saya memilih kata teduh untuk menggambarkan orang yang hatinya terpaut pada Allah. Orang seperti ini punya pesona kebaikan yang memancar karena kedekatannya pada Sang Pemilik Hati.
Mendekat pada Allah bisa dimulai dengan memperbaiki sholat. Sebab sholat adalah cara berkomunikasi kita pada Allah.
Berusaha sholat tepat waktu, berjamaah di masjid bagi laki-laki, memahami makna bacaan sholat, menjaga kekhusyu’an, adalah ragam cara untuk meningkatkan kualitas sholat kita. Jika kualitas sholat sudah meningkat, Allah akan menjaga kita dari perbuatan keji dan munkar.
Selanjutnya Allah akan menunjukkan jalan untuk bertemu dengan hambaNya yang sama-sama menjaga sholat, insyaAllah. Dia pun akan menghiasi hati kita dengan sabar dalam penantian. Tak lupa bersyukur sehingga selalu fokus pada hal yang positif dalam kehidupan.
Selain memperbaiki sholat, pendekatan pada Allah juga dapat dilakukan dengan bersedekah, berpuasa, banyak berdoa, dan ibadah lainnya. Ibadah tidak hanya yang sifatnya ritual/ langsung berhubungan dengan Allah, tapi juga mencakup interaksi dengan manusia.
Semakin dekat pada Allah, semakin baik seseorang pada sesama manusia. Sebab Allah menerangi hatinya dengan kasih sayang.

5. BerkaryA Dan mandirI

Kalau ingin dikenal, berkaryalah. Syarat mampu berkarya adalah mengenal dan mengelola potensi diri. Kenali kepribadian, potensi, minat, dan visi yang ingin diperjuangkan dalam hidup.

Jomblo keren adalah mereka yang masa mudanya penuh prestasi karena mampu melejitkan potensi. Semua berawal dari mengenali diri.

Jangan sampai menjadi anak muda yang madesu karena serba bingung. Mau kerja bingung, mau kuliah, bingung, mau ngelamar kamu, bingung #eh.

Cara mengenali diri adalah dengan rajin merenung, bukan melamun lho, beda. Merenung itu berdialog dengan diri sendiri sampai menemukan hikmah atau kesimpulan yang baik. Sementara melamun itu tanda kurang kerjaan.

Mengenali diri juga bisa dilakukan dengan minta masukan dari orang-orang terdekat kita. Cara lainnya adalah melalui alat bantu tes psikologi. Jaman now sudah bertebaran layanan tes psikologi online baik gratis maupun berbayar.

Setelah berkarya, pastikan kamu menjadi sosok mandiri. Saya paling ilfil kalo ada anak muda yang bangga pacaran pake uang orangtua, hehe #nooffense. Ya kalau sudah mandiri, punya penghasilan sendiri bebas mau atur uang buat apa. Tapi kalau masih minta sama ortu ya malu atuh…

Mandiri secara finansial tidak harus punya penghasilan sekian digit untuk bermewah mewah. Mandiri finansial cukuplah dalam bentuk usaha nyata untuk mengongkosi kebutuhan hidup dari hasil keringat sendiri. Alhamdulillah, sejak semester 3 saya sudah bekerja sambil kuliah. Di semester 7, saya lepas landas menafkahi diri sendiri dari hasil bekerja.

Meskipun materi bukan ukuran utama dalam menjemput jodoh, namun menjadi salah satu pijakan yang sangat penting dalam membangun rumah tangga. Sebab makan cinta itu gak kenyang, yang kenyang makan cilok (sebakul) :D

Lagipula, mana yang lebih mempesona? Anak muda yang gagah mencari nafkah sendiri, atau yang masih bersandar pada pundi pundi orangtua?
Nah, bagaimana, sudah berapa poin yang dijalani selama menjomblo ini? :D
Kalau sudah semuanya, dan dijaga dengan konsisten, insyaAllah pesona diri akan memancar. Tanpa harus bersikap agresif nan alay mengejar seseorang di luar sana, yang belum tentu jodoh kita.
Dengan kita fokus mengkerenkan diri, insyaAllah nun di tempat lain, seseorang pun tengah mempersiapkan dirinya menjadi jodoh terbaikmu. Aamiin. 
Selamat berproses mejadi SETANGGUH BADAI, semoga istiqomah dan makin disayang Allah ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜

*Hadits dikutip dari http://www.alfawaaid.net/2015/02/ruh-ruh-itu-bagaikan-pasukan-yang_5.html

Sesi tanya jawab

[10/4 20.42] Yunda Fitrian: 1⃣

Assalamu'alaykum kaaa. Ka, mau tanya seputar jodoh. Gimana sih caranya kita tahu dia jodoh kita? Ciri-ciri yg membuat kita yakin itu jodoh kita?

Terima kasih kaaa

Jawab:

Terimakasih atas pertanyaannya.

Rasulullah saw menyuruh kita melakukan musyawarah dan istikharah dalam memutuskan hal2 penting dlm hidup, termasuk jodoh.

Jadi utk yakin atau tidak, musyawarah lah dg orangtua ataupun orang2 yg kita percaya.

Selebihnya bertanya pada Allah lewat istikharah. Jika kemantapan hati datang, jiwa tenang, keyakinan utk memutuskan dapat dijalankan.

Sebetulnya sampai kita menikah pun, kita belum tau apa dia benar2 jodoh dunia akhirat kita?

Setelah maut memisahkan kita baru tau bhw orang tsb memang jodoh dunia. Setelah bersama sama di surga, kita baru tau bahwa ia jodoh akhirat kita.

Allah telah membuatkan rambu2 yg menuntun kita utk bertemu jodoh terbaik lewat risalahNya.
[10/4 20.43] Yunda Fitrian: 2⃣

Assalamualaikum mba dwi, mohon maaf mengganggu waktunya

Saya Grand, mahasiswa FISIP Ui 2013, peserta diskusi online

Afwan mba, ana ingin mengajukan pertanyaan kepada narsum

1. Bagaimana caranya agar kita tetap istiqomah dalam hal memperbaiki diri dan melakukan kebaikan/kekerenan?

2. Sebenarnya saya melihat terdapat dua pandangan dalam hal niat melakukan kebaikan.

Ada yang memandang kebaikan harus dilakukan dengan niat ikhlas hanya karena Allah dan kita tak boleh pamrih seperti mengharap keinginan kita menjadi terwujud atas kebaikan tersebut. Dikhawatirkan harapan seperti itu akan menodai amalan kita.

Adapula yang memandang kita diperbolehkan untuk pamrih memohon balasan dari Allah atas kebaikan yang dilakukan, seperti mengabulkan keinginan kita diberikan rizki yang lebih banyak atau jodoh yang baik. Mereka memandang hal ini juga sebagai bentuk tawasul dengan amal shalih.

Bagaimana pendapat kak yunda dalam hal ini?, mungkin bisa memilih salah satu standing poin yang sudah saya jabarkan atau barangkali kak yunda ingin memberikan pandangan baru.

Terimakasih sebelum nya๐Ÿ™๐Ÿป
Wassalam

Jawab:

Terimakasih atas pertanyaannya.

Masya Allah ilmunya mas Grand kapan2 bisa ya isi diswap keIslaman..aamiin.

Pertama, sangat setuju dalam beribadah harus ikhlas. Niatnya hanya utk mencari ridho Allah.

Kalaupun dg ibadah2 itu Allah pertemukan dg jodoh terbaik, maka itu adalah bonus.

Itulah kenapa saya memberi judul mempesona tanpa tebar pesona.

 Maksudnya dg poin2 setangguh badai ini kita tidak sedang tebar pesona. Tetapi memperbaiki diri agar kelak Allah ridho terhadap kita. Termasuk ridho ketika kita meminta dipertemukan dg jodoh terbaik.

Begitu kira2 mas Grand, semoga terjawab๐Ÿ™๐Ÿป
[10/4 20.44] Yunda Fitrian: 3⃣

Assalammu'alaykum Vina aku mau ikut nanya di group, nanti pake nickname hambaAllah saja ya hihihi

Pertanyaanku, bismillah:

"Saya memiliki prinsip harus haus untuk memperbanyak & memperdalam ilmu untuk mempersiapkan pernikahan, baik dari segi keilmuan maupun agama. Dan saya merasa terus menerus haus akan ilmu tsb dan pasti akan terus mengejar ilmu tersebut. Saya sudah concern mempersiapkan pernikahan sejak awal kuliah dgn mengikuti berbagai komunitas/freelance pekerjaan di biro psikologi yg concern terhadap parenting & dunia anak-anak. Yang mau saya tanyakan, bagaimana kita membuat keputusan agar merasa cukup dan siap dengan ilmu pernikahan yang telah kita dalami selama ini. Saya masih terus haus akan ilmu ini, satu sisi saya mau memberikan statement terhadap diri saya sendiri bahwa saya sudah cukup memiliki ilmu dan siap, namun saya belum berani mengatakan tersebut kpd diri saya sendiri. Maksudnya adalah, bagaimana saya berani mengatakan pada diri sendiri bahwa saya memang sudah siap lahir batin untuk menikah. Bagaimana saya percaya diri dengan ilmu yang telah saya dalami sejak ini. Karena semakin mendalami ilmu menikah, jujur saya semakin deg2an. Atau, kalau dibayangkan saya akan menikah dalam waktu dekat, rasanya masih butuh waktu, tapi menurut saya itu hanya alasan2 yg hanya membuat saya semakin tdk percaya diri utk menikah muda. Intinya, saya menghadapi kegalauan antara siap dan kurang percaya diri. Mohon maaf panjang lebar. Karena saya benar-benar meniatkan in shaa Allah menikah di usia 23 tahun. Saat ini saya berusia 22 tahun. Saya deg2an kalo mikirin "sedikit lagi saya mencapai waktu target saya". Walaupun saya yakin, Allah pasti bersama hambaNya yang yakin padaNya. Semoga kakak narasumber memahami maksud curhatan dan pertanyaan saya ya๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿป jazakallah khair katsiiran"

Jawab:

Alhamdulillah, senang ketemu teman yg sudah mendalami ilmu utk persiapan menikah.

Semua orang pnya kecemasan tersendiri jelang usia nikah. Jadi apa yg kamu alami wajar.

Nah dg sudah sering meluangkan waktu utk belajar, sudah saatnya bersiap mental utk praktek๐Ÿ˜Š

Ilmu yg ada selama ini insyaallah bisa menjadi bekal. Meskipun dalam pernikahan akan selalu muncul kekagetan dan hal2 unik yg mungkin beda dg ilmu yg sudah dimiliki.


Perbanyak bermunajat pada Allah agar siap mental berkata 'ya' saat ada lelaki shalih yg datang๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡
[10/4 20.45] Yunda Fitrian: 4⃣

Bismillah, pertanyaan keduaku:

"Saya sedang bingung. Ada beberapa orang yang mengatakan keseriusannya, dan ingin lebih mengenal dekat. Karena saya tidak mau PHP, jadi saya bilang kepada mereka "jika jodoh, tidak kemana, wallahu'alam". Sengaja saya jarang respon mereka. Saya masih bingung menentukan kriteria jodoh impian saya. Maksudnya, saya sudah punya kriteria nya, namun, ketika ada beberapa yang datang, pasti satu orang tidak bisa kita pungkiri hanya beberapa kriteria kita yang ada pada dirinya. Islam pun sudah memberikan 4 kriteria utama dalam memilih jodoh. Disini saya posisinya sedang bingung. Saya punya target menikah paling lama usia 23 tahun 6 bulan,  artinya paling lama Februari tahun depan. Ada yang sudah menyatakan siap, namun jujur saya kurang sreg. Ada lagi yang pernah menyatakan cintanya, tapi sekarang ngasih kode-kode tersirat, saya jadi bingung sebenarnya dia maunya apa. Dan juga dapat informasi dari om kalau saya mau dijodohkan. Saya gak mau ambil pusing. Mau serahkan semuanya ke Allah. Hanya saja, pasti Allah kasih sinyal-sinyal ke kita untuk memberitahu kalau "dia adalah jodoh dunia akhirat kita". Saya masih belum tau bagaimana mengetahui sinyal-sinyal jodoh tersebut. Masih samar-samar bagi saya. Saya tidak mau muluk2 dalam memilih jodoh, namun saya juga tetap ingin memiliki jodoh dengan kualitas tertentu, yang setara dengan saya, atau kalau bisa melebihi saya. Aamiin. Dan yang saya takutkan adalah, "yang saya harapkan, ternyata keduluan sama dia yang berani melamar saya tiba2" ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ apalagi Rasul bilang kalau ada laki2 baik jgn ditolak. Satu sisi, saya mau spt Siti Khadijah, tapi gengsi & malu hehehe. Dan saya pun sejujurnya belum sepenuhnya yakin dengan dia yang sebenarnya lebih menarik perhatian hati saya. Saya mau serahin semua ke Allah. Namun saya juga mau ikhtiar dengan mengetahui ilmu sinyal jodoh ini dan sebagai wanita harus bersikap apa ketika hatinya terpaut pada laki2 yg hanya memberikan kode2, tapi ada yang lebih siap. Maaf ya kakak moderator & narasumber lagi2 pertanyaan dan curhatannya panjang๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿป jazakallah khair katsiiran"


Jawab:

Masya Allah, sudah saatnya istikharah dan musyawarah ini๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

Kalau ada yg serius datang, dan latarbelakangnya baik (shalih), datang dg cara yg baik (biasanya lewat perantara orang dekat/ keluarga yg sudah menikah), maka jangan ragu utk istikharah dan musyawarah.

Jangan langsung ditolak๐Ÿ˜‚

Lelaki yg serius biasanya tidak kasi kode2, tapi langsung lugas menyatakan mau menikah dg kita.

Nah kalau sudah begitu, tantang dia utk langsung bertemu ortu. Atau minta fasilitator dr keluarga/ orang terpercaya yg sudah menikah.

Jalani proses taaruf. Jangan khawatir, dalam taaruf ada pilihan lanjut atau tolak dan tidak boleh ada yg baper dg keputusan itu.


Saat taaruf ada kesempatan utk mengenal lebih dekat dan melalui orang2 dekatnya langsung. Setelah itu bisa istikharah dan musyawarah lagi.

InsyaAllah materi ttg Taaruf akan dibahas khusus di grup ini, stay tune๐Ÿ˜€


Perkara menawarkan diri, lakukan dg ahsan. Jadi tidak gengsi. Krn Bunda Khadijah wanita paling mulia dan ia menawarkan diri dg cara yg ahsan: melalui perantara.

Tapi kalau berani menawarkan diri ya harus siap bisa diterima bisa ditolak✊๐Ÿป

Jangan baper krn itu InsyaAllah terbaik dr Allah.

Pernah ada seorang akhwat yg menawarkan diri pd seorang ikhwan dan ditolak. Tapi 2 tahun kemudian ternyata mereka berjodoh dan menikah๐ŸŒน
[10/4 20.52] Yunda Fitrian: Lanjut ke nomor 5⃣

Assalamualaikum kak, aku mau nanya nih ... Misalnya kita di lamar nih sama ikhwan, terus kita tolak tapi lewat ortu kita, apakah di perbolehkan kak ? Soalnya saua denger" kalau menolak lamaran itu bakalan dapat bala di hidup kita ?

Jawab:

Yg dimaksud bala itu apa? Kalau artinya semacam karma, maka Islam tidak mengenal karma.

Yang jelas, Rasulullah memerintahkan jika ada lelaki shalih yg baik akhlaknya jgn ditolak, spt hadits berikut:

"Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”
[HR. At-Tirmidzi]


Namun demikian fitnah yg dimaksud hadits tsb bukan diartikan bala bagi yg menolaknya.

Hikmahnya adalah hendaknya seorang wanita tdk serta merta menolak pinangan lelaki shalih tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kecocokannya.

Wallahualam.
[10/4 20.57] Yunda Fitrian: 6⃣

Ka mau tanya, kenapa kita harus mempesona?
Dan apakah jodoh akan datang setelah kita mengkerenkan diri?

Jawab:

Ga harus sih, pilihan aja๐Ÿ˜„

Kembali ke rumus jodoh versi langit.

Lelaki yg mempesona buat yg perempuan yg penuh pesona juga.

Jadi meningkatkan kualitas diri/mempesona ini bukan buat siapa2, tetapi agar kita layak Allah jodohkan dg yg sama pesonanya⭐⭐

Apakah setelah mengkerenkan diri jodoh akan datang?

Wallahualam, waktunya hanya Allah yang Maha Mengetahui๐Ÿ˜‡

Yang jelas, manusia boleh berikhtiar seoptimal mungkin utk menjemput jodohnya✊๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป
[10/4 21.09] Vina Syafril: Assalamualaikum Kak
Mau tanya, kalau kita ingin merasa dicari boleh kah?
Soal nya kadang gini, yang ada itu orang terdekatnya Ikhwan yang pengin ngenalin, nah saya takutnya Ikhwan nya itu sebenernya engga.
Gimana itu ya Kak?
[10/4 21.15] Yunda Fitrian: 7⃣

Assalamualaikum Kak
Mau tanya, kalau kita ingin merasa dicari boleh kah?
Soal nya kadang gini, yang ada itu orang terdekatnya Ikhwan yang pengin ngenalin, nah saya takutnya Ikhwan nya itu sebenernya engga.
Gimana itu ya Kak?

Jawab:

Nah kalau ini dikonfirmasi aja ke yg menawarkan.

Biasanya yg menawarkan bisa memang atas request si ikhwan, bisa juga krn inisiatif penawarnya aja.

Boleh aja kok tanya, mohon maaf ini permintaan dari ikhwannya atau inisiatif antum? Gitu.

Apapun jawabannya, tinggal timbang2.

Menurut saya, kalau baru tahap tukar cv atau ketemuan (dg didampingi mahram yg sudah menikah), jgn terlalu mudah menolak. Krn belum banyak pertimbangannya.

Nanti setelah tanya jawab di taaruf, baru istikharah dan musyawarah lebih dalam lagi.

Dan ingat, selama taaruf prinsipnya NO HEART FEELING dan NOTHING TO LOOSE, beda sama pacaran.

Tiap proses taaruf, harus sama2 legowo atas kemungkinan tidak lanjut.
[10/4 21.19] Vina Syafril: 8⃣

Assalamualaikum. Mba saya mau bertanya. Usahanya seorang wanita itu dalam penantian jodoh sampai mana? Apakah cukup dgn mengkerenkan diri tanpa menampakkan kekerenan itu saja?
Lanjut ya mba ๐Ÿ˜Š
Jika saat ini sudah ada ikhwan yang menurut kita baik utk dijadikan imam, apa sikap yang seharusnya seorang akhwat ambil? Apakah harus menyatakan duluan? Sperti siti Khadijah?
Terimakasih ๐Ÿ˜Œ
[10/4 21.29] Yunda Fitrian: 8⃣

Assalamualaikum. Mba saya mau bertanya. Usahanya seorang wanita itu dalam penantian jodoh sampai mana? Apakah cukup dgn mengkerenkan diri tanpa menampakkan kekerenan itu saja?
Lanjut ya mba ๐Ÿ˜Š
Jika saat ini sudah ada ikhwan yang menurut kita baik utk dijadikan imam, apa sikap yang seharusnya seorang akhwat ambil? Apakah harus menyatakan duluan? Sperti siti Khadijah?
Terimakasih ๐Ÿ˜Œ

Jawab:

Inti pertanyaannya kurleb sama ya ka..

Seorang wanita bisa menawarkan diri dg cara yg ahsan spt Bunda Khadijah.

Ahsan artinya tidak mengumbar atau agresif ketika menawarkan diri.

Melainkan dg menjaga izzah, yaitu melalui perantara orang kepercayaan yg sudah menikah.

Tadi di pertanyaan keberapa ya saya sebut juga kisah teman yg sempat menawarkan diri.

Jangan lupa pastikan si perantara ini menyebutkan bahwa tawaran dr perempuan ini sifatnya rahasia bukan utk konsumsi selain dirinya.


InsyaAllah kalau sudah keren akan terpancar pesonanya tanpa harus memaksakan tampil agar terlihat menarik.

Dg rumus setangguh badai InsyaAllah sudah cukup mempesona⭐⭐

Resume Diswap Siap Berbagi Sisa Hidup: Berdamai dengan Diri dan Masa Lalu Menuju Pernikahan Bahagia

[25/4 08.30] Yunda Fitrian: ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบSiap Berbagi Sisa Hidup: Berdamai dengan Diri dan Masa Lalu Menuju Pernikahan Bahagia๐Ÿ‘ฐ๐Ÿป๐Ÿง‘๐Ÿป
Oleh Yunda Fitrian, penulis buku Yakin Dia Jodohmu?
Bagian 1

Di Buku Yakin Dia Jodohmu? Saya mengutip sebuah kisah nyata pernikahan seumur jagung karena kasus CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali. Ceritanya saat itu ada sepasang anak muda yang memutuskan menikah meskipun sebelumnya tidak saling kenal. Mereka bertemu dengan difasilitasi oleh kenalan yang sudah menikah.

Dua pekan setelah menikah, sang suami tidak juga mau menyentuh istrinya, apalagi sampai berhubungan layaknya suami istri. Sang istri mulanya memaklumi hal itu mungkin karena mereka baru kenal sehingga masih canggung untuk bermesraan. Tetapi lama kelamaan ia mulai cemas. Khawatir ada yang salah dengan mereka.

Sang istri memutuskan mengajak bicara suaminya baik-baik tentang hubungan mereka yang tak seperti suami istri. Ketika sang istri mengkonfirmasi, jawaban sang suami membuatnya hampir mati berdiri.

Sang suami menjawab ia tidak ingin menyentuh sang istri sebelum jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ia mengaku sudah menikah dengan mantan pacarnya, beberapa saat setelah melamar sang istri. Alasannya, sang mantan pacar tidak mau berpisah dengannya. Sementara untuk membatalkan lamaran dengan sang istri ia pun tak tega. 

Orang bilang, menikah itu membuka lembaran baru kehidupan. Berdamai dengan masa lalu masing-masing untuk menyongsong masa depan. Sayangnya, sebagian orang menganggap berdamai dengan masa lalu adalah sekadar melupakan atau memendamnya dalam diam.

Masa lalu dibiarkan menjadi urusan yang tak terselesaikan. Menggantung begitu saja, melayang-layang bagai virus yang siap menyerang saat daya tahan tubuh sedang kurang asupan. Suatu saat virus masa lalu pun menjadi boomerang yang membuat pernikahan tumbang.

Ada beberapa isu di masa lalu yang perlu kita selesaikan agar kelak tak membayangi kebahagiaan pernikahan, di antaranya:
๐ŸŽฏ Perceraian maupun ketidakharmonisan pernikahan orangtua
๐ŸŽฏ Perselingkuhan oleh orangtua, mantan, atau diri sendiri
๐ŸŽฏ Pola pengasuhan negatif yang mengandung kekerasan fisik maupun psikis
๐ŸŽฏ Pelecehan seksual
๐ŸŽฏ Bencana alam, kematian, atau kejadian traumatis lainnya
[25/4 08.30] Yunda Fitrian: Tentang Innerchild dan Unfinished Business

((Bagian 2))

Dunia psikologi mengenal istilah _inner child dan unfinished bussines_. Kedua istilah ini merujuk pada masa lalu seseorang yang mempengaruhi perilaku hari ini.

Inner child adalah sosok kanak kanak yang terbentuk dari kehidupan masa kecil seseorang. Sosok itu menetap dalam diri seseorang dan bisa muncul merespon kejadian saat ini.

Inner child tidak harus berupa anak kecil yang trauma, tetapi bisa juga sosok anak yang ceria. Tergantung pengalaman yang terpicu saat sebuah stimulus diterima.


Inner child yang trauma bisa menyebabkan orang dewasa berespon seperti kanak kanak yang egois, pemarah, manja, atau pemurung. Sebaliknya innerchild yang ceria bisa memunculkan ide kreatif, kegembiraan, dan sisi spiritual dalam diri orang dewasa.

Jika fenomena innerchild umumnya terbentuk sebelum usia 8 tahun, unfinished business bisa terjadi di atas usia tersebut. Unfinished business adalah episode kehidupan masa lalu yang belum terselesaikan sehingga terbawa menjadi respon kehidupan hari ini.

Inner child dan unfinished business seringkali hadir dalam  bentuk respon yang tidak tepat dalam menghadapi stimulus atau masalah. Mereka biasanya cenderung berlebihan dalam menanggapi stimulus yang dipersepsikan mirip dengan luka masa lalunya.

Misalnya, orang berkomentar netral, ia merasa diserang lalu marah dan defense. Karena komentar tsb ternyata memicu memori trauma dalam dirinya sehingga respon yang diberikan fight (menyerang) atau flight (menghindar).

Sebagian orang tidak menyadari kehadiran kanak kanak yang terluka dalam dirinya. Si anak kecil yang marah, butuh perlindungan, kasih sayang, perhatian, menetap dalam tubuh orang dewasa. Sosok anak kecil itu terus saja mencari kebutuhan akan cinta dan rasa aman melalui berbagai cara.


 Maka jika ada orang dewasa atau lansia yang sikapnya seperti kanak kanak, pastilah ada kanak kanak yang terluka di dalam dirinya. Ada kebutuhan dasar di masa kecilnya yang belum terpenuhi.

Pada kasus kasus tertentu, anak kecil yang terluka ini bisa merongrong hidup si badan dewasa hingga selalu memilih respon yang salah dalam berperilaku.

 Akhirnya orang lain malas berurusan dengan orang ini karena selalu mau menang sendiri-egosentris, khas anak anak. Karena itulah, urusan masa kecil ini harus diselesaikan.

Kasus yang saya ceritakan di awal dapat menjadi contoh unfinished business. Sang lelaki tidak bisa melepaskan diri dari mantan pacar, tapi juga tidak mau jujur pada perempuan yang baru dilamarnya.

Unfinished business terhadap kenangan mantan juga harus diselesaikan sebelum menikah. Caranya? Saya nunggu ada yang tanya aja ya๐Ÿ˜†


Contoh kasus innerchild misalnya sebut saja pernikahan Ari dan Tasya.


Ari dibesarkan oleh orangtua yang temperamental. Sejak kecil ia belajar bahwa teriakan, pukulan, cacian adalah cara mendidik anak yang wajar dilakukan. Ari juga mengalami beberapa kekerasan fisik yang masih menghantuinya.

Lingkungan bermain menjadi tempat Ari melampiaskan kebutuhannya akan pengakuan. Ari tampil sebagai anak yang mudah bekerja sama dan ceria.


Namun demikian, semua teman teman sangat takut membuat Ari marah. Sebab jika marah, Ari bisa berubah menjadi monster mengerikan. Ia bisa berteriak, memukul, dan mencaci tanpa ampun. 

Sementara Tasya sebaliknya. Kedua orangtua Tasya penuh kehangatan dalam mendidik anak.


Tasya mendapat limpahan kasih sayang dari keduanya. Saat Tasya membuat kesalahan, orangtuanya menegur dengan cara yang bijak.

Tasya belajar bahwa semua masalah bisa diselesaikan baik baik. Semua kemarahan bisa disampaikan dengan tenang.

Sebelum menikah, Tasya tidak pernah melihat gelagat buruk dari Ari. Menurutnya, Ari adalah pria yang baik, mudah bergaul, dan ceria.

Setelah menikah, baru Tasya menyadari ada yang salah dengan Ari. Di sinilah sosok kanak kanak Ari mulai muncul dan menuntut untuk diakui.  Jika penat dengan pekerjaan kantor, Ari sering marah marah di rumah.

Semua yang dilakukan Tasya salah. Apapun yang dikatakan Tasya akan direspon Ari sebagai kalimat yang memojokkan, seolah Tasya menyalahkan Ari atas segala sesuatu. Tasya merasa Ari berlebihan dan bersikap seperti anak kecil.
[25/4 08.31] Yunda Fitrian: STEP BY STEP SELF HEALING

((Bagian 3))

Siap Berbagi Sisa Hidup: Berdamai dengan Diri dan Masa Lalu Menuju Pernikahan Bahagia
Oleh Yunda Fitrian, penulis buku Yakin Dia Jodohmu?
Bagian 2

Nah, sekarang masing-masing silakan bertanya pada dirinya sendiri. Cukup jawab dalam hati, sejujur mungkin.

๐Ÿš Adakah kejadian masa lalu yang sampai saat ini masih sering menimbulkan rasa tidak nyaman saat mengingatnya?

Jika ya, mungkin kamu memiliki innerchild atau unfinished business yang perlu diselesaikan.

๐Ÿš Jika tidak, pernahkah kamu merasa salah merespon seseorang, berlebihan dalam bersikap sehingga masalah membesar karena emosi sesaat?

Jika ya, mungkin kamu memiliki innerchild atau unfinished business yang belum kamu sadari.

Pertanyaan kedua bisa kamu ajukan pada teman baik atau orang terdekatmu, karena bisa jadi jawabanmu berbeda dengan jawaban mereka.

Setelah pertanyaan di atas terjawab, kamu bisa mengidentifikasi, apakah kamu memang perlu berdamai dengan innerchild dan unfinished business dalam diri?

Kalau perlu, kamu bisa lanjut mempraktekkan beberapa langkah berikut ini.

Kalau merasa tidak perlu, karena sepertinya semua baik-baik saja, Alhamdulillah. Mungkin bahasan ini bisa kamu gunakan untuk membantu orang yang membutuhkan.

Tips berdamai dengan innerchild dan unfinished business:

๐Ÿฆ‹ Pertama, terima. Pasti ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Selalu ada sisi terang dari sebuah masa lalu yang kelam. Apa yang sudah terjadi kemarin, tidak bisa kita ubah. Namun kita masih punya hari esok yang bisa diubah sejak hari ini.

Tidak usah menutupi luka itu, tetapi terimalah agar ia mampu mengering seiring waktu. Jangan menolak rasa sakit itu, terimalah dan katakan padanya, aku terima rasa sakit ini karena aku manusia biasa. Seiring airmata yang mengalir, aku lepaskan rasa sakit ini dari diriku.

๐Ÿฆ‹ Kedua, cari ilmu dan inspirasi! Gimana ya bersikap tenang ketika ada yang membuat emosi jiwa? Biar gak terburu-buru berespon terus akhirnya nyesel.. ilmu tentang mengelola emosi ini perlu bahasan tersendiri sih. Tapi intinya belajarlah berjeda sebelum merespon. Ada komentar atau kejadian apapun, cerna dulu. Jangan pernah biarkan emosi mengambil kendali. Rugi, pasti.

๐Ÿฆ‹ Ketiga, cari role model.

Manusia butuh contoh. Lihat contoh dari keseharian orang baik di lingkungan kita. Jadi lebih natural dan familiar. Oh Si Fulan kalau marah itu cukup dengan diam ya..kalau gak suka bisa ngomong baik-baik ya..tiru, contek yang begitu..halal!

๐Ÿฆ‹ Keempat, latihan. Practice makes perfect.

 Terus melatih diri untuk mengaplikasikan niat baik dan pengetahuan kita. Hari ini masih gampang ngambek, sehari bisa 5 kali ngambek. Besok ngambeknya dikurangi jadi 3 kali aja sehari๐Ÿ‘ถ๐Ÿป


๐Ÿฆ‹ Kelima, fokus pada pencapaian yang lebih besar dalam hidup. Banyak bergaul dengan orang orang yang produktif, ikut berbagai komunitas positif.

Sampai kapan kita akan menghabiskan energi untuk terjebak di masa lalu?

Fokuslah pada apa yang bisa dilakukan hari ini untuk masa depan yang lebih baik. Itu lebih bermanfaat daripada terpenjara dalam pola pikir negatif hasil trauma masa lalu.

๐Ÿฆ‹ Keenam, undang si anak kecil dan selesaikan masalahnya.

 Seems too abstract to do, tapi ada caranya. Salah sekiannya saya pelajari di workshop healing innerchild within tahun lalu. Ini juga perlu bahasan khusus, jadi belum bisa saya detailkan di sini yaa. Kalau ada yang tanya InsyaAllah dijawab ๐Ÿ˜‡

Jika kamu merasa sudah sangat terganggu dengan masa lalu, cobalah berkonsultasi pada psikolog atau konselor professional lainnya.

๐Ÿฆ‹Ketujuh, laa haula walaa quwwata illa billlah. Percayakan pada Allah. Perbanyak doa dalam sujud.

Selalu mencari hikmah dan minta bimbinganNya. Jika sudah menyerahkan semua pada Allah, biasanya timbul ketenangan hati untuk memaafkan masa lalu. Berdamai dengan diri sendiri, melepaskan harapan-harapan yang terlalu tinggi. Menggantinya dengan ikhtiar dan tawakal pada Allah semata.

Nah, setelah berdamai dengan diri sendiri, insyaAllah kamu akan lebih siap berbagi sisa hidup dengan orang lain. Konflik dalam rumahtangga akan bisa direspon dengan lebih jernih, tidak menjadi besar karena emosi sesaat  yang kurang tepat. Kamu akan menjadi orang dewasa yang sebenarnya, tanpa sosok anak kecil terluka dalam diri.


 Selamat berdamai dengan diri sendiri, memaknai masa lalu sebagai bagian dari kepingan puzzle kehidupan yang penuh warna warni. Wallahu 'alam bish shawab.

[25/4 20.07] Yunda Fitrian: 1⃣

Assalamualaikum.
Aku mau nanya.

Aku lihat mamahku kekanak-kanakan banget ka. Mudah ngeluh, dan selalu posting d fb status2 yg kaya anak abg labil gt.
Saya jadi kesel. Apa yg mesti saya lakukan

Jawab
Alhamdulillah sbg anak kamu cukup dewasa ya, bisa menilai perilaku mama dg bijak.

Memang perilaku curhat d sosmed dg cara spt itu bisa dibilang kekanakan dan cenderung memperpanjang masalah.

Sbg anak, kamu bisa ajak mama bicara baik2, dr hati ke hati. Mungkin mama spt itu krn tidak ada teman cerita yg mau tulus mendengarkan.

Selebihnya doakan mama, dan lebih sering ngobrol atau ajak mama jalan bareng. Supaya kamu bisa lebih dekat dg mama dan akhirnya bs paham kenapa mama spt itu. Mungkin sejak kecil mama dibesarkan dg keluhan.

Bonusnya, mama jadi merasa kamu lebih perhatian dan pengertian, hingga tak perlu lagi curhat d fb๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป
[25/4 20.09] Yunda Fitrian: 2⃣

Salam kenal ka yunda. ka aku mau nnya, saya udh berpisah dgn mantan saya sudah lama sekali, saya sudah mencoba cleansing dan ikhlas kan dr bayang2 masa lalu bersama dia. Memang waktu tu ada luka yg membuat kita berpisah. Saya sudah sampai block no. Wa nya dan menghapus no mernya dan kenang2annya. Ka apa yg harus saya lakukan pdhal sy sudah melakukan cleansing..? Adakah cara lain ka. Terima kasih ka

Jawab

Ciri berdamai dg masa lalu adalah ketika ingat kejadian atau seseorang di masa lalu, tidak ada emosi negatif lagi yg muncul.

Yg ada hanya perasaan lapang dan netral melihat masa lalu tsb.

Kalau kamu merasa masih tersakiti saat ingat dia, berarti bisa jadi unfinished business.

Coba step by step self healing yg sudah saya tulis ya..dan terpenting tidak usah berusaha lupa. Tapi berusaha lah agar ingatan yg muncul ttg nya menjadi hikmah dlm hidupmu๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป
[25/4 20.11] Yunda Fitrian: 3⃣


Jadi gini teh, saya termasuk anak pertama dari 5 bersaudara, dan dikeluarga saya itu (maaf sebelumnya) didikannya sangat keras sekali, keras dalam arti kalau misalkan sudah emosi itu pasti meledak-ledak. Alhamdulillah, tidak pernah sampai main kekerasan. Jadi, hanya karena kurang bisa menahan kesabaran aja teh.  sebenernya saya takut kalau sifat seperti nempel di saya teh, saya sempet berfikir "jodoh adalah cerminan diri" dan gimana jodoh saya nanti kalau sifat keluarga yang seperti itu ada yang nempel.๐Ÿ˜” Untuk menghilangkan rasa takut itu dan belajar melatih kesabaran, saya sering ikut kajian-kajian keagamaan, terus banyak baca buku tentang islami-islami gitu teh.
Nah, yang mau saya tanyain itu walaupun saya sering ikut kajian-kajian keagamaan atau baca buku islami, saya masih tetep gak bisa ngilangin itu teh, kadang suka lepas kontrol gitu kalau udah emosi. ๐Ÿ˜” Saya takut sifat itu tetep nempel sampai saya berumah tangga nanti.
Itu aja teh, makasih sebelumnya☺
Wassalamu'alaikum☺

Jawab

Alhamdulillah kalau sudah ada kesadaran utk terus memperbaiki diri.

Usaha yg sudah dilakukan juga benar. Langkah berikutnya berlatih, cari role model, dst spt step by step yg sudah saya tulis.

Masalah akan bertemu jodoh yg serupa cerminan diri, wallahualam. Terus saja meminta yg terbaik pada Allah.

Beberapa teman yg saya kenal justru spt Ary dan Tasya yg saya tulis sbg contoh. Jadi justru bertemu dg jodoh yg melengkapi kekurangannya. Orang yg berasal dari keluarga dg pola asuh negatif bertemu dg yg berasal dr pola asuh positif.
[25/4 20.12] Yunda Fitrian: 4⃣

Assalamualaikum kak dwi

Mohon maaf mengganggu waktunya. Saya ingin bertanya kak kepada kak yunda

Saya percaya setiap orang ketika berinteraksi di luar ranah domestik semisal keluarga atau persahabatan akan melakukan dramaturgi. Maksudnya, seseorang berusaha untuk menampilkan perilaku yang lebih baik ketika berada di luar rumah dibanding perilaku ketika di dalam rumah.

Kendati demikian, terkadang ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika berinteraksi dengan orang lain

Yang ingin saya tanyakan
1. Saya pernah mencoba meminta maaf atas kesalahan saya pada beberapa orang. Beberapa di antara mereka tidak memaafkan saya dan masih membenci serta menjauhi saya. Apakah urusan ini sudah dinilai selesai?, jujur saja saya masih terasa terbebani karena orang lain tidak memaafkan saya

2. Salah satu keinginan saya adalah memaafkan diri saya sendiri atas kesalahan masa lalu. Tapi rasanya sulit sekali. Saya masih terngiang kesalahan saya di masa lalu baik kesalahan saya sendiri maupun kesalahan kepada orang lain.

Apa tanda kita sudah berhasil memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu?

Terimakasih kak atas atensinya

Jawab

1. Selama kamu masih terbebani dg ingatan itu, ada rasa tidak nyaman ketika mengingatnya, artinya belum sepenuhnya berdamai dg masa lalu tsb.

Urusan yg selesai itu lebih ke persepsi diri kita sendiri. Meskipun orang lain menganggap itu belum selesai, tapi kita sudah merasa lapang/ caseclosed, tidak ada beban ketika mengingatnya, berarti kita sudah selesai dg masa lalu tsb.

Jadi masalahnya bukan mereka mau menyatakan telah memaafkan atau tidak, tapi apakah kamu bersedia memaafkan dirimu sendiri?

Kalau kembali ke konsep Islam, setelah kita menyesal, minta maaf, memperbaiki kesalahan, mohon ampun pada Allah, maka setelahnya pasrahkan pada Allah. Semua langkah kewajiban thd sesama Muslim sudah dijalankan dg poin2 tsb.

2. Ciri berdamai adalah tidak ada lagi beban, tidak terasa sakit, marah, atau sedih berlebihan ketika mengingat episode masa lalu tsb.

Yang ada hanya melihat hikmah dan terus memperbaiki diri agar tidak mengulangi kesalahan tsb.

Maafkan diri sendiri, agar hati lebih lapang dan energi fokus pada 'membayar kesalahan' dg berbagi kebaikan.
[25/4 20.13] Yunda Fitrian: 5⃣

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh ka Vina, saya salah satu peserta WAG single mulia, ingin bertanya
1. Bagaimana caranya berdamai dgn masa lalu? Kadang jika mengunjungi suatu tempat, bisa teringat seseorang di masa lalu, dan cukup mengganggu pikiran. Dulu sdh ingin menyelesaikan masalah dgn org tsb, namun org itu merasa tidak ada masalah yg harus d selesaikan, apa yg harus saya lakukan, padahal saya sdh mengikhlaskannya.
2. Undang anak kecil dan selesaikan masalahnya, itu bagaimana ya ka?
Terima kasih banyak, jazakillah khairan

Maaf kaa jika baru kirim pertanyaan nya

Jawab
1. Ada teknik empty chair dan terapi menulis.

Empty chair: tulis nama orang tsb dan letakkan di sebuah kursi kosong, d hadapan kita.

Bayangkan ia ada di hadapan, hadirkan sampai benar2 terasa kembali semua kenangan bersamanya.

Lalu ungkapkan dg jelas apa yg tak sempat diungkapkan.

Sampaikan semua sampai terasa lega. Pastikan kamu melakukannya tanpa dilihat orang lain ya๐Ÿ˜Ž

Terapi menulis: tulis surat ke orang tsb yg isinya mencurahkan apa yg kamu rasa, pikir, ingin, dan butuhkan dari orang tsb.

Setelah tulis, baca ulang, ungkapkan secara langsung kamu telah menerima dan mengizinkan semua perasaan ini untuk terlepas dari pundakmu, menjadikannya hikmah utk menjalani hari ini dan masa depan.

2. Cara undang anak kecil:

a. Innerchild dialogue:

bernapas teratur, fokus pada napas sendiri. Sambil tarik dan hembus napas, rasakan tubuh rileks, teruskan sampai terasa nyaman.

Hadirkan kenangan masa kecil yg ingin diikhlaskan. Rasakan kembali perasaan saat itu, lihat sosok kecil itu, dengar suaranya, pastikan semua yg terinderai saat kejadian itu, dirasakan kembali.

Lalu mulailah dialog dg menulis d selembar kertas.

Tangan kanan sbg diri kita saat ini.

Tangan kiri sbg si anak kecil yg ingin kita temui.

Bagi yg kidal sebaliknya.

Mulailah tangan kanan menyapa sosok kecil itu. Tuliskan seolah sedang chat.

Pasrahkan tangan kiri bergerak menulis jawaban, serahkan tangan tsb pada si anak kecil.

Lakukan dialog yg membuat si anak kecil mampu menyatakan *perasaan, pikiran, keinginan, kebutuhan, dan perlakuan yg diharapkan*

Setelah itu, tangan kanan sbg sosok diri saat ini menanggapinya.

Mungkin awalnya terasa canggung, tapi jika kita fokus pasti bisa dilakukan.

Alhamdulillah ketika workshop innerchild healing kami semua mampu dialog dg anak kecil dlm diri kami.

b. Innerchild drawing:

Prinsipnya sama dg atas, tangan kiri menggambar peristiwa yg tidak menyenangkan. Tangan kanan membuat gambar yg menenangkan.

Lanjutkan dg dialog spt di atas.

c. Inner child poem: lanjutkan dg membuat puisi sbg penutup dialog

Semoga bisa dipraktekkan yaa๐Ÿ˜‡
[25/4 20.28] ‪+62 812-9435-1353‬: Assalamualaikum kak, saya mau bertanya.. terkait dengan berdamai dengan masa lalu. Ka, saya pernah pacaran selama 7 thn dan berakhir putus. Sdh 2 thn saya sendiri, dan skrg saya sdg berusaha untuk menerima org baru sbg calon suami saya. Tapi, entah kenapa saya secara tdk sadar suka membandingkannya dgn mantan saya. Saya takut jika terbawa sampai menikah. Mohon saran kak yunda, apa yg harus saya lakukan? Apakah saya termasuk org yg blm move on?
[25/4 20.36] Yunda Fitrian: Waalaikumsalam wrb

Betul, seringkali membandingkan ini terjadi pada orang yg punya mantan๐Ÿ˜ถ

Yg perlu disiapkan adalah *komitmen* utk menerima kondisi suami kelak.

Ketika pikiran membandingkan muncul, fokus pada kelebihan dan kebaikan pasangan.

Ini saya singgung juga d Buku YDJ๐Ÿ˜‡

Tentu saja kenangan 7th bersama tdk bisa dihapus. Berdamailah dg menerima kenangan itu sbg sarana belajar dan mencari hikmah, bukan membandingkan. Semangat๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป


Resumu Diswap Nikah: Butuh atau Ingin? Ini 5 Tanda Kamu Siap Nikah



Nikah: Butuh Atau Ingin? Ini 5 Tanda Kamu Siap Nikah


"Begitu anak gue lahir, dunia gue runtuh. Gue iri sama temen-temen yang masih bebas hang out kemana-mana sampe malem. Ngejalanin kuliah sambil hepi-hepi. Gue jadi benci sama anak gue", ujar seorang teman.


Ia menikah di usia 18 tahun dan melahirkan anak pertama setahun setelahnya. Seorang cucu lelaki kebanggan dua keluarga, karena merupakan cucu pertama.


Teman saya ini tak pikir panjang ketika menikah. Sebab calon suaminya datang dengan kekayaan 7 turunan, wajah tampan, plus perilaku yang sopan.


Saat teman saya bercerita, anaknya sudah berusia 9 tahun. Tumbuh menjadi anak yang demotivasi, super manja, dan tak mau dekat dengan ibunya.


Teman saya ini tidak sendirian. Ada banyak perempuan yang mengalami kisah serupa. Menikah ketika INGIN, tetapi belum BUTUH.

Menikah ketika ada KESEMPATAN tanpa menghiraukan KESIAPAN.

Adalah wajar ketika keinginan menikah muncul. Sebab berpasangan adalah fitrah manusia. Sebagaimana Allah pun menciptakan Adam dan Hawa sebagai pasangan.

Manusia diciptakan Allah dengan kebutuhan akan kasih sayang dan penerimaan orang lain. Kedua hal itu akan terpenuhi manakala manusia menemukan pasangan hidupnya.

Tidak ada yang lebih indah selain menjemput kesempatan berpasangan itu dengan penuh kesiapan. Sebab kehidupan berpasangan memiliki konsekuensi yang beragam. Tanpa kesiapan, dua manusia yang saling cinta bisa dengan mudah kehilangan hasrat untuk bersama.

Jadi apa sajakah tanda siap menikah?

Sebetulnya sudah saya tulis lengkap di buku Yakin Dia Jodohmu? Saya hanya akan membahas singkat saja di sini๐Ÿ˜‡

Bagi yang belum punya bukunya silakan langsung pesan yaa๐Ÿ˜„

5 Tanda Kamu Siap Nikah:

๐Ÿ‹ Mengenal Diri

Bisa menyebutkan 5 kekuatan dan kelemahan diri dalam 5 detik?

Itu salah satu tanda kamu sudah mengenal diri.

Selain itu, kamu juga TAHU apa yang kamu MAU.

๐Ÿ‹ Punya Visi

Visi artinya pandangan tentang masa depan.

Ibarat menaiki sebuah kapal, maukah kamu terombang ambing di tengah laut bersama nakhoda yang tak punya tujuan?

Mau kemana pernikahan ini dibawa, rencana seperti apa yang ingin dilakukan di keluarga? Adalah beberapa pertanyaan yang bisa memandu kamu menciptakan visi.

Sebab pernikahan tanpa tujuan hanya akan berakhir diantara dua pilihan: bertahan dalam kejenuhan atau berpisah dalam kegamangan.


๐Ÿ‹ Bisa Mengelola Emosi

Kalau kamu tipe sumbu pendek, atau hobi obral emosi di medsos, marah sama satu orang tapi ngamuk ke semua orang...sepertinya kamu belum siap untuk hidup bersama dengan orang lain.

Ada banyak kasus pernikahan kandas karena dua manusia tak mampu mengendalikan emosi ketika berkonflik.

Masalah yang sebetulnya bisa dibicarakan baik-baik, justru disiram dengan bensin amarah sehingga berakhir dengan keputusan pisah.

Di Buku Yakin Dia Jodohmu? Saya sudah menuliskan judul khusus tentang mengelola emosi. Silakan dibaca kembali๐Ÿจ๐Ÿฆ



๐Ÿ‹ Siap dengan Peran Baru dalam Rumah Tangga

Suami siapkah gajinya habis untuk kebutuhan rumahtangga?

Siapkah menjadi tameng keluarga dari api neraka?

Istri sudah siapkah urusan hidupnya menunggu SIM (Surat Izin Misua)?

Sudah siapkah menjadi orangtua?

Semua sudah saya jelaskan lengkap di buku Yakin Dia Jodohmu? #kuy order sekarang#

๐Ÿ‹ Siap Menghadapi Badai Rumah Tangga

Ada perbedaan karakter yang akan jadi peluang konflik.

Ada perbedaan latar belakang dua keluarga besar yang akan berpotensi membawa masalah.

Ada perbedaan pendapat dua manusia yang bisa membawa bencana.

Ada berbagai masalah tak terhindarkan dalam pernikahan.

Ketidaksiapan menghadapinya akan membuat perjanjian kokoh ini berakhir semudah membalik telapak tangan. Buktinya, negara ini menjadi juara dalam angka perceraian se-Asia Tenggara. Bahkan tahun 2012, tiap 40 jam terjadi 1 perceraian.

Maka jika belum siap memeluk pasangan saat badai menghantam, jangan buru-buru membentangkan layar biduk rumahtangga.

Selengkapnya, baca di buku Yakin Dia Jodohmu? ajaa๐Ÿ˜‡




Sesi tanya jawab

[4/5 20.14] Yunda Fitrian: 1⃣

assalamu'alaikum wr wb ka yunda?
terimakasih atas share pengalaman yang selalu luar biasa keren dan kece๐Ÿ˜Š mohon izin bertanya ka.

bagaimana jika seseorang yg sudah berumur lebih lanjut dan belum menikah tapi belum bisa mengontrol emosi sedangkan jika menikah bisa saja membuat kehidupan rumah tangganya hancur akibat emosi yang ia keluarkan?

kemudian
bagaimana jika seseorang yg sedang dilamar merasa ia masih belum bisa mengontrol emosinya apakah ia harus menolak orang yg melamarnya itu?

terimakasih kaka๐Ÿ˜Š

Jawab

Yg pertama, sebaiknya dilatih terus manajemen emosinya. Cari ilmu dan role model orang yg bisa mengelola emosi. Tapi jika tawaran menikah sudah datang, kembali istikharah dan musyawarah dulu.
Juga jujur kepada calon pasangan ttg kondisi diri serta minta bantuan utk sama2 mengelola emosi.

Kedua, mengelola emosi hanya salah 1 indikator kesiapan. Masih ada indikator lain yg juga harus dicek. Selebihnya kembali istikharah dan musyawarah ya jika ada pria shalih yg dtg๐Ÿ˜‡
[4/5 20.14] Yunda Fitrian: 2⃣
Assalammualaikum
Kak Yunda mau nnya. Ketija kita menikah itu kan ada dua keluarga yg jadi satu. Nah gimana caranya mempersiapkan diri untuk menghadapin konflik yg mungkin akan trjadi karena keluarga besar masing2. Terimakasih

Jawab

Betul sekali Rizka. Di buku YDJ sudah aku jelaskan poin2 latarbelakang keluarga yg perlu diperhatikan.

Intinya suami istri harus mampu menjadi jembatan komunikasi bagi keluarga besarnya masing2.

Pasangan harus saling dukung dan belajar memahami keluarga besar masing2. Jangan sampai malah saling menjatuhkan di hadapan keluarga besar.๐Ÿ˜‡
[4/5 20.15] Yunda Fitrian: 3⃣

Assalamualaikum
Kak yunda bagaimana cara kita menyikapi calon suami yang susah sekali untuk jujur . Klo seperti yang saya lihat dia seperti nya tidak bisa menerima dirinya atau kurang percaya diri . Apa yang mesti saya lakukan ? Sementara saya sudah sangat siap untuk menikah dengan dia . Terima kasih kak yunda

Jawab

Intan sudah baca buku YDJ kah?

Berbohong itu salah 1 perilaku yg harus disembuhkan sebelum menikah. Apapun alasannya, kebohongan sangat berpotensi menghancurkan pernikahan. Sebab bukankah kepercayaan adalah pondasi utama pernikahan?

Apakah sudah dilakukan pembicaraan tuntas kenapa ia memilih berbohong?
Ada baiknya menemui profesional/ psikolog jika memang dibutuhkan๐Ÿ˜‡
[4/5 20.19] Yunda Fitrian: 4⃣

Assalamualaikum, kak yunda bagaimana menyikapi calon istri yang lebih tua 4 tahun dari saya,  saya merasa dia seperti kurang trust terhadap saya.  Apakah saya kurang percaya diri dalam membina hubungan atau dia belum membuka diri terhadap saya?  Apa yang saya dapat lakukan untuk membina hubungan atau pertanda dia bukan jodoh saya?

Jawab

Yang tau jawabannya pastilah perempuan tersebut.
Apa yg kamu persepsikan (dia kurang trust, dsb) sebaiknya dikonfirmasi. Ditanyakan baik2 dan sejelas jelasnya, apa yg kamu rasa dan mengapa respon dia seperti itu.

Tanda berjodoh atau tidak, kembali lagi lakukan istikharah dan musyawarah.
InsyaAllah akan terjawab dg kemantapan hati. Jika hati mantap, InsyaAllah bisa dilanjutkan. Jika tidak, biasanya hati tak kunjung mantap. Wallahualam๐Ÿ˜‡
[4/5 20.21] Yunda Fitrian: 5⃣
Assalamu'alaikum ka novi, saya ana mau tanya2 nih... Apa sih ka tanda2nya kalo si "Dia" itu memang jodoh kita? Terima kasih, ๐Ÿ˜Š

Jawab

Tandanya hati menjadi tenang, yakin, mantap setelah istikharah dan musyawarah.

Tapi sejatinya, kita tidak pernah tau seseorang itu benar2 jodoh kita atau bukan sampai akhirnya berkumpul kembali di surga๐Ÿ˜‡
[4/5 20.23] Nadia SM: Kak mau nnya.. tanda2 kemantapan diri pd diri kita gmna si ka?
Klo misalnya kita udh mantap tp dr pihak laki2nya blm memberi jawaban s.d hampir mau sbln gmna ka?


Ada jga cerita dr tmn klo lg istikarah tp Allah ga kasih tanda melalui mimpi.
[4/5 20.27] Yunda Fitrian: Wah harus baca buku YDJ ini๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‡

Sudah dijelaskan lengkap InsyaAllah.

Intinya kemantapan itu rasa yakin, tidak merasa berat lagi.

Kalau sudah sebulan belum menjawab sebaiknya ditanyakan lagi. Tapi ada indikasi beliau mungkin memang belum ada kemantapan hati. Karena standarnya 2 pekan utk memberi jawaban.

Kalau dr pihak perempuan sudah mantap tetapi lelakinya memutuskan tidak lanjut, mungkin memang artinya belum berjodoh.  Lapangkan hati dan berusaha mencari hikmahnya๐Ÿ˜‡
[4/5 20.27] Yunda Fitrian: Ohiya istikharah memang tidak harus mimpi.
Di buku YDJ saya ceritakan pengalaman istikharah saya, juga tdk bertanda mimpi.
[4/5 20.40] Yunda Fitrian: 6⃣

Assalamualaikum ka mohon maaf boleh japri ke kkak? Hehehehe saya dipanggil hamba Allah saja ya kk, saya ingin bertanya jika kita sudah shalat istikharah dan sudah mendapat petunjuk yakni cenderung ke dia, namun kita tahu dia masih kurang dalam segi agamanya, belum bisa dikatakan org shaleh, menurut kk gimana ka?

Jawab

Kembali ke diri kita sendiri.
Kriteria shalih menurut kita spt apa?
Kemudian, kriteria itu mutlak atau tidak?

Krn bisa jadi kriteria shalih kita berbeda dgnnya. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Selain istikharah lakukan juga musyawarah. Kadang kalau kita sudah ada kecenderungan kita jadi terpengaruh perasaan dan kurang jernih melihat kenyataan๐Ÿ˜‡
[4/5 20.41] ‪+62 813-3840-5096‬: Ana ingin bertanya kak

Dalam menyatukan visi, apa indikator bahwa visi itu sudah pas?

Jazakillah khair kak
[4/5 20.45] Yunda Fitrian: Biasanya kalau lewat taaruf, kita bisa saling cek visi secara langsung.

Utk kesesuaian dg syariat, tentunya visi keluarga sesuai dg  tuntutan Alquran dan sunnah; keluarga sbg sarana taqwa, saling mengingatkan pada kebaikan kesabaran dan keimanan๐Ÿ˜‡
[4/5 20.46] Yunda Fitrian: Misalnya, contoh saya dan suami pny visi keluarga sbg madrasah peradaban. Ini didapat setelah menyatukan visi kami masing2 yg hampir mirip.
Kami merumuskannya dalam raker setelah 2pekan menikah
[4/5 20.51] Vina Syafril: Ka yundaa, biasa nya proses mengenal pasangan itu Akan lebih detail ketika sudah menikah, kadang ekspektasi dan realita ngga jarang beradu. ๐Ÿ˜…

Bagaimana kak menyikapi hal tsb?
[4/5 20.56] Yunda Fitrian: Betul banget ka vina.

Biasanya di 5 tahun pertama memang masanya _mengupas kulit bawang hingga ke intinya_

Aku pun baru bisa berdamai setelah tahun kelima.

Masa2 mengenal itu kuncinya hanya komunikasi dan doa.

Komunikasikan semua harapan, keingintahuan, atau apapun terkait pasangan. Agar tidak jadi api dalam sekam. Seolah tak ada apa2 ternyata menyimpan bom waktu.

Selebihnya perbanyak doa minta kelapangan hati dan cinta yg terus bersemi.







Thursday, 13 September 2018

Berani Lawan Hantu


Cerita adalah sebuah sarana jitu mengarahkan tingkah laku anak secara konkret. Dalam cerita, anak dapat mengindentifikasi diri dengan tokoh dan alurnya. Semakin jelas perilaku yang digambarkan tokoh cerita, semakin mudah anak menirunya.

Suatu kali, anak-anak sedang gandrung cerita mistis. Mereka mendapatkan cerita dari sepupu dan teman-temannya. Saya berusaha memberi pemahaman dan alternatif perilaku yang lebih sesuai dengan ajaran Islam terhadap dunia ghaib.

Saya pun mengarang cerita Si Baedah masuk rumah hantu. Seperti teman-temannya, Baedah penasaran ingin berkunjung ke rumah hantu yang sedang digelar di pasar malam.

Ketika minta izin pada ayah ibunya, Baedah ditantang untuk menghadapi hantu di rumah tersebut dengan berani. Ayah Baedah menantang apakah Baedah berani mengelitiki hantu hantu palsu tersebut. Jika ada perasaan takut melihat tampilan mereka yang menyeramkan, Baedah disuruh berdoa dengan bacaan taawudz dan surat pendek.

Saya juga menyelipkan pengertian tentang jin dan syaitan dalam dialog Baedah dan orangtuanya. Jadi tiap kali anak-anak kambuh takut sama dunia mistis, saya ingatkan alternatif perilaku yang dicontohkan di cerita Baedah.


#ibuprofesional
#bunsay
#level10

Mengarahkan Perubahan Perilaku lewat Cerita


Saat ada yang curhat mengenai perilaku anak, saya sering menyarankan orangtua untuk meluangkan waktu bercerita pada anak. Cerita diramu sedemikian rupa sehingga membawa pesan yang tepat untuk anak. Tentu saja efek cerita ini tidak instan. Butuh waktu, pengulangan, serta cara menyampaikan yang tepat.

Saran saya ini tentunya sudah saya terapkan pada anak-anak sendiri. Salah satu contohnya pernah saya lakukan pada Si Sulung.

Saat itu Si Sulung baru berusia 4 tahun. Ia sedang  senang-senangnya beradu argumentasi. Saya merasa kesulitan meminta Si Sulung menjalankan perintah saya.


Suatu hari dongeng menjelang tidur untuknya saya selipkan sindiran halus tentang perilakunya. Tokoh utama dalam cerita itu seekor tikus, saya juga sudah lupa namanya. Si Tikus kecil ini saya gambarkan berperilaku persis Si Sulung.

Tikus kecil yang gemar membantah itu harus berpisah sementara dengan ibunya. Ia dititipkan di rumah tantenya karena sang ibu dirawat di rumah sakit.

Betapa kagetnya si anak tikus, sebab ternyata tantenya sangat galak. Sungguh berbeda dengan ibu yang selalu sabar dan lembut menghadapi pembangkangan si anak tikus.

Barulah si anak tikus sadar bahwa selama ini ia sudah berperilaku tidak baik pada ibunya. Ia berdoa sepanjang waktu agar ibunya sembuh kembali. Ia berjanji akan menjadi anak yang penurut pada sang ibu.

Si Sulung sangat terkesan dengan cerita ini. Ia terlihat berkaca-kaca ketika mendengar si anak tikus menyesali perbuatannya. Begitu berkesannya cerita ini hingga suatu ketika di usia 8 tahun Si Sulung mengingatkan saya tentang cerita ini.


#bunsay
#level10
#ibuprofesional

Wednesday, 12 September 2018

Dongeng sebagai Pengalih Fokus dari Rasa Sakit


Hari ini sepulang sekolah Si Sulung membawa 'oleh-oleh' berupa tangan yang keseleo. Ia meringis dan berteriak kesakitan jika siku kirinya tersentuh.

Utinya yang kebetulan datang, mengurut perlahan-lahan. Si Sulung awalnya menolak tapi lalu minta sambil diurut, saya bercerita saja. Saya lalu menawarkan cerita Si Baedah.


Cerita Baedah kali ini saya modifikasi. Kalau sebelumnya Baedah pergi ke Jepang, kali ini ia berkunjung ke Tembok China. Saya memasukkan kembali konsep rezeki tak akan lari.


Alhamdulillah Si Sulung berbinar dan menyimak penuh perhatian. Sampai akhirnya uti berhasil mengoles balsam dan mengurut tanpa harus mendengar Faza berteriak. Inilah salah satu contoh efek hipnotik dari dongeng: sebagai pengalih fokus.


#bunsay
#ibuprofesional
#level10


Tuesday, 11 September 2018

Menyelipkan Pesan Kejujuran Lewat Cerita Detektif


Anak-anak paling suka cerita misteri detektif atau petualangan. Jika suatu waktu mereka minta, saya pun selalu mengiyakan. Padahal belum terbayang mau cerita apa : D

Suatu ketika saya mengarang cerita dongeng Misteri Hilangnya Capit Kepiting Putra Mahkota. Tiba-tiba saja saya mendapat ide tentang putra mahkota Raja Kepiting yang capitnya hilang satu. Raja kebingungan sebab sang putra mahkota pun mengaku tidak tahu dimana capitnya tersebut.

Raja Kepiting akhirnya memanggil detektif Ozo Marozo yang terkenal cerdik. Setiap bagian cerita detektif selalu membuat anak-anak berbinar dan tertawa riang. Alhamdulillah saya selalu berhasil menghadirkan narasi lebay yang menurut anak-anak lucu.

Singkat cerita, detektif Ozo Marozo menemukan fakta menarik. Putra mahkota ketahuan berbohong. Ternyata ia tahu dimana capitnya hilang. Ia hanya takut dimarahi ayahnya.

Saya pun menutup cerita dengan ending pengakuan putra mahkota pada ayahnya. Lewat adegan ini saya menyampaikan pesan bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting, lebih dari apapun. Orangtua lebih senang anaknya jujur saat melakukan kesalahan. Daripada berbohong karena tidak mau mengakui kesalahan.

#bunsay
#ibuprofesional
#level10