Wednesday, 5 February 2014
Friday, 31 January 2014
taaruf
Bismillah. Mungkin ini most wanted notes bagi para jombloshalih/ah
yang mau menikah dengan proses syar’I :D tak bisa dipungkiri,
istilah‘taaruf’ sebagai alternative mencari jodoh sekarang sudah
populer. Alhamdulillah.Walaupun bukan saluran utama, tapi menurut saya
novel dan film layar lebarIslami berperan signifikan dalam mempopulerkan
istilah ini. semoga mereka dapatpahala dakwahnya, aamiin.
Oke terlepas dari mulai populernya istilah taaruf-tiba2terngiang lagu WALI, daripada kita pacaran mending taarufan ;p-, sepertinyamasih banyak yang bertanya-tanya seperti apa sih taaruf sebenarnya???
Saya sendiri menulis ini setelah sekian kali ditanya olehbeberapa orang baik yang ingin berusaha di jalan baik mendapatkan jodoh terbaik(aamiin). Kenapa saya sebut mereka orang baik dan mendoakan agar dapat jodohterbaik?? Karena menurut saya, mereka sedang berusaha untuk memperbaiki diridengan mencari tau jalan yang lebih baik (baca: lebih sesuai tuntunan kasih sayangdari Allah). Walaupun, saya tidak bisa memberikan jaminan bahwa pernikahanlewat taaruf akan lebih baik kualitasnya ketimbang yang lewat jalur lain.Allah-lah yang langsung menjamin bahwa orang2 yang memilihNya akan mendapatkelimpahan kasih sayangNya. Dan jaminan itu bisa jadi tidak dalam bentuk yangdapat diukur oleh manusia…artinyaa…apa yang terjadi setelah nikah lewat taaruftidak bisa dipastikan akan lebih baik dengan yang setelah pacaran. Tapi dapatdipastikan, dan dijamin oleh Sang Maha Menepati Janji, bahwa selama kitaniatkan karenaNya dan dengan cara yang sesuai ridhoNya, maka tidak akan merugidunia akhirat..so..balik lagi, ini perkara IMAN.
Jadii kapan dong ngomongin taarufnya?? Hehe sengaja ah biarpada penasaran ;p intinya, saya hanya ingin kita tidak bias memandang taaruf. Ketikaada pernikahan lewat taaruf yang kandas atau ternyata buruk bagi pelakunya,bukan taarufnya yang salah. Tapi mungkin ada syariat Allah yang tidakdijalankan dengan baik di dalamnya. misalnya, ini Cuma misalnya yaa. Ada calonyang bohong saat taaruf. Nah, itu kan jelas melanggar syariat Allah. Lah kaloakhirnya setelah nikah keterusan suka bohong dan menimbulkan masalah padapernikahan,,heiii itu bukan salah syariatnya (taarufnya) tapi salah ORANGNYA. Itulahyang dinamakan OKNUM.
Makanya sejak mulai taaruf niatnya aja udah harus dilurusin,apalagi perilakunya. Sebisa mungkin tidak melanggar syariat Allah. Aneh kaloada orang taarufan tapi kok jalan berduaan alias ga beda dengan pacaran. Apalagimesra-mesraan dengan dalih udah dipinang (khitbah)…Waduuhh berabe dah. Itu mahnamanya taaruf labil…kayak abege2 alay itu looohh. Atau ada juga yang ngebetminta taaruf, ehh taunya belom serius nikah. Cuma iseng2 berhadiah gitu deh. Jadinolak calonnya hanya karena alasan2 yang tidak syari seperti: kurang putih,kurang mancung, kurang tinggi…klo kurang ajar sama kurang iman baru tuh wajibditolak :D
Hihihi, maaf kebanyakan iklannya yak?? Kan biar bener2 kupastuntas getoo looh. Oke, kita mulai sekarang. saya pake poin yaa biar bahasnyaga binun…oiya pembahasan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan resumepengalaman orang lain…saya tidak berkapasitas sebagai ustadzah/ murobiyah atauapapun sebutannya yaa. Saya cuma sharing pengalaman ajaa. Klo ada yang maukoreksi, dengan senang hati saya terima.
1. Yang simpang siur tentang taaruf:
Kebanyakan orang menganggap taaruf ituhanya untuk kalangan tertentu. Biasanya yang berlabel tarbiyah, atau anakpengajian lah. Trus dicariin calon sama guru ngajinya. Harus bikin CV atawabiodata. Hmmm, menurut saya gak harus selalu begitu koo. Tapi ada beberapa poinpenting yang harus digarisbawahi.
2. Oke. Next, jadii prosedur taaruf tuh gimana?
· Menyampaikan niat ingin menikah dalam waktudekat pada perantara. Ingat ya, dalam waktu dekat! Kalau yang mau nikah masihsetahun ke depan, atau 2 tahun lagi mah ngomongnya ntar aja 4 bulan sebelommantep siap nikah. Kenapa? Yaa karena kalau kelamaan namanya belum SERIUS sob…
Kenapa harus pake perantara? Sekali lagi,untuk meminimalisir interaksi langsung yang bisa menimbulkan zina hati, resikoPHP (Pemberi Harapan Palsu;p), sakit hati, dan resiko pacaran. Klo lewatperantara kan lebih amaan.
Kriteria perantara:
a. TERPERCAYA, AMANAH, Jangan sampai perantaraEMBER! Taarufnya belum mulai beritanya udah kesebar..cuapee deeehh:D nah yangmau taarufnya juga jangan ember…taaruf itu rahasia lohh sampe undangan disebar.Kenapa? Karena taaruf itu BELUM TENTU JADI. Yang pake jadian aja belum tentujadi apalagi yang taarufan, hehehe.
b. jika bukan dari keluarga si target makaperantara harus SUDAH MENIKAH. Kenapa? Karena kalau belum menikah ntar diamalah ‘jadian’ sama si calon atau si target..biasa kan klo di pelem2 kukis juga tuh mak comblang suka jadian samayang dicomblangin..hayooh repot kan.
· Setelah perantara memastikan bahwa si targetbelum ada yang lamar, atau tidak sedang taaruf sama siapapun, naah silakanmasuk tahap berikutnya yaitu nitip CV. Oiasi target ini bebas lho, boleh punya target pribadi (alias inceran dari dulu)atau target yang ditawarin sama perantara. Up to you J
· Naah ini yang suka pada malu2 nanya: CV nyakayak apa siih?? Nih saya kasi garis besarnya. Boleh dimodifikasi sesuai seleraasal ga pake2 puisi cinta yeee…
22. Pengalaman Kerja
23. Karakter Psikologis
Pake foto gak? Up to you..yg jelas klo ada fotonyajgn yang gegayaan..balik lagi, berusaha sesuai syariat biar Allah kasi ygterbaik.
· Setelahtukeran CV, silakan istikharah dan musyawarah sama orang2 terdekat mau lanjutatau ngga. pada tahap ini kalau merasa belum perlu musyawarah gapapa. Karena barusekedar baca CV kaan, masih jauh perjalanan...hadeuh saya ngetiknya aja udahcape ;p
· Klo CVkita dapet lampu hijau, naah ketemuan deeh. Ini salah satu tahap paling mendebarkan, heheh. Ketemuan wajib ditemaniperantara YANG SUDAH MENIKAH atau mahram. Di sini kita bisa konfirmasi apa yangsudah ditulis di CV. Boleh banget eksplorasi apapun yang mau kita tau tentangtarget. Peraturannya: harus JUJUR. Gimana kalau pertanyaannya menyangkut aibkita? Jujur harga mati kalau ingin prosesnya berkah dan diridhoi Allah. Makanyasemua yang diutarakan saat pertemuan itu RAHASIA. Hanya mereka yang hadir danAllah yang tahu.
· Beberapahari setelah ketemuan, maksimal seminggu laah..kita harus kasi jawaban maulanjut atau tidak. Lagi2 istikharah, musyawarah kuncinya. Di sini kita jugabisa cari tau ttg target dari orang2 yg kenal baik dengannya. Istilah kerennyatabayun. Jadi konfirmasi tidak hanyadari pengakuan target saat taaruf. Setelah mengumpulkan informasi, kalau haticondong ingin lanjut, sampaikan pada perantara. Tapi jika tidak adaketertarikan, jangan dipaksakan. Pernikahan itu sebuah keputusan besar. Jangan dipermainkan,jangan dimudah-mudahkan, apalagi dipaksakan. Karena setelah tahap ini kitamasuk tahapan taaruf keluarga.
· Salingbertemu keluarga inti. Ingat, yang perempuan harus ditemani mahram ketikasilaturahim ke rumah calonnya. Untuk menjaga kehormatan dan harga dirilah. Kalauyang laki2 boleh2 aja silaturahim sendirian...kalo berani ;p di kesempatan inikeluarga inti boleh eksplor calon pasangan kita. Karena pada dasarnya, menikahitu juga dengan keluarganyaa..
· Ini tahapkrusial berikutnya. Selambatnya 2 minggu setelah pertemuan keluarga, berikepastian ingin lanjut atau tidak. Isi masa2ini dengan istikharah dan musyawarah. Jika lanjut maka segera tentukan lamaran kapan. Jika tidak lanjut, sampaikanbaik2 dan insyaAllah tidak ada yng tersakiti. Beda kaan sama pacaran...
· Lamaran.Selangkah lagi menuju pernikahan. Ingaat, belum resmi lhoo jadi suamiistri..masih harus jaga rambu2 pergaulan lawan jenis. Di sini bisa sekaliantentukan tanggal pernikahan.
· Nikah...alhamdulillaah:D
Hmmm sampai sini dulu yaa...mungkin masihpada penasaran n banyak pertanyaan..sok aja tanya..insyaAllah dijawab pas sempet :D sebenernya masih banyak yg maudishare tapi udah lewat jam malam saya nih, hehehe...sekian dulu,,trims dahbaca teman2 :D semoga Allah melapangkan hati kita untuk menerimahidayahNya..aamiin
Oke terlepas dari mulai populernya istilah taaruf-tiba2terngiang lagu WALI, daripada kita pacaran mending taarufan ;p-, sepertinyamasih banyak yang bertanya-tanya seperti apa sih taaruf sebenarnya???
Saya sendiri menulis ini setelah sekian kali ditanya olehbeberapa orang baik yang ingin berusaha di jalan baik mendapatkan jodoh terbaik(aamiin). Kenapa saya sebut mereka orang baik dan mendoakan agar dapat jodohterbaik?? Karena menurut saya, mereka sedang berusaha untuk memperbaiki diridengan mencari tau jalan yang lebih baik (baca: lebih sesuai tuntunan kasih sayangdari Allah). Walaupun, saya tidak bisa memberikan jaminan bahwa pernikahanlewat taaruf akan lebih baik kualitasnya ketimbang yang lewat jalur lain.Allah-lah yang langsung menjamin bahwa orang2 yang memilihNya akan mendapatkelimpahan kasih sayangNya. Dan jaminan itu bisa jadi tidak dalam bentuk yangdapat diukur oleh manusia…artinyaa…apa yang terjadi setelah nikah lewat taaruftidak bisa dipastikan akan lebih baik dengan yang setelah pacaran. Tapi dapatdipastikan, dan dijamin oleh Sang Maha Menepati Janji, bahwa selama kitaniatkan karenaNya dan dengan cara yang sesuai ridhoNya, maka tidak akan merugidunia akhirat..so..balik lagi, ini perkara IMAN.
Jadii kapan dong ngomongin taarufnya?? Hehe sengaja ah biarpada penasaran ;p intinya, saya hanya ingin kita tidak bias memandang taaruf. Ketikaada pernikahan lewat taaruf yang kandas atau ternyata buruk bagi pelakunya,bukan taarufnya yang salah. Tapi mungkin ada syariat Allah yang tidakdijalankan dengan baik di dalamnya. misalnya, ini Cuma misalnya yaa. Ada calonyang bohong saat taaruf. Nah, itu kan jelas melanggar syariat Allah. Lah kaloakhirnya setelah nikah keterusan suka bohong dan menimbulkan masalah padapernikahan,,heiii itu bukan salah syariatnya (taarufnya) tapi salah ORANGNYA. Itulahyang dinamakan OKNUM.
Makanya sejak mulai taaruf niatnya aja udah harus dilurusin,apalagi perilakunya. Sebisa mungkin tidak melanggar syariat Allah. Aneh kaloada orang taarufan tapi kok jalan berduaan alias ga beda dengan pacaran. Apalagimesra-mesraan dengan dalih udah dipinang (khitbah)…Waduuhh berabe dah. Itu mahnamanya taaruf labil…kayak abege2 alay itu looohh. Atau ada juga yang ngebetminta taaruf, ehh taunya belom serius nikah. Cuma iseng2 berhadiah gitu deh. Jadinolak calonnya hanya karena alasan2 yang tidak syari seperti: kurang putih,kurang mancung, kurang tinggi…klo kurang ajar sama kurang iman baru tuh wajibditolak :D
Hihihi, maaf kebanyakan iklannya yak?? Kan biar bener2 kupastuntas getoo looh. Oke, kita mulai sekarang. saya pake poin yaa biar bahasnyaga binun…oiya pembahasan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan resumepengalaman orang lain…saya tidak berkapasitas sebagai ustadzah/ murobiyah atauapapun sebutannya yaa. Saya cuma sharing pengalaman ajaa. Klo ada yang maukoreksi, dengan senang hati saya terima.
1. Yang simpang siur tentang taaruf:
Kebanyakan orang menganggap taaruf ituhanya untuk kalangan tertentu. Biasanya yang berlabel tarbiyah, atau anakpengajian lah. Trus dicariin calon sama guru ngajinya. Harus bikin CV atawabiodata. Hmmm, menurut saya gak harus selalu begitu koo. Tapi ada beberapa poinpenting yang harus digarisbawahi.
· Taaruf bukan cara cari jodoh versi aliran/jamaah tertentu. Jadi klo mau taarufan harus masuk pengajian tertentu dulu.IMO (CMIW), Taaruf itu untuk semua Muslim/ah yang inginmencari jodoh dengan cara syar’i. mungkin label seperti itu hadir karena istilah taaruf populer di kalangananak rohis/ atawa pengajian/ jamaah. Jadi jangan sampe ngerasa gak layaktaarufan hanya karena bukan anggota pengajian/ jamaah. Atau yang lebih bahaya,ikut ngaji KARENA mau cari jodoh lewat taarufan. Bro n sist, kalau mau ngajiniatnya KARENA ALLAH semata aja laah. Jodoh mah bonus..di akhirat bonusnyalebih dahsyat klo ikhlas.
· Taaruf ga harus lewat guru ngaji. Jadi kloditawarin calon sama sahabat atau keluarga langsung gak mau..Perantara jodoh kan bisa siapa ajaa. Jadi gakada salahnya kok nerima calon dari siapapun asalkan TERPERCAYA. Klo perantaranyaaja gak meyakinkan ya reepoot…bisa berabeh urusan.
· Harus bikin CV/ biodata. Jadi klo gak punya CVgak bisa taarufan.Naah kalau yang ini emang prosedur penting.Kenapa? Karena dengan CV itu kita nanti bisa eksplor di tahap berikutnya. CVitu harus dibuat selengkap mungkin untuk meminimalisir interaksi langsungdengan si calon. Kalau apa yang ada di CV disampein langsung lewat chating ataungobrol berdua maah namanya pacaran dunk bukan taaruf, hehehe.
2. Oke. Next, jadii prosedur taaruf tuh gimana?
· Menyampaikan niat ingin menikah dalam waktudekat pada perantara. Ingat ya, dalam waktu dekat! Kalau yang mau nikah masihsetahun ke depan, atau 2 tahun lagi mah ngomongnya ntar aja 4 bulan sebelommantep siap nikah. Kenapa? Yaa karena kalau kelamaan namanya belum SERIUS sob…
Kenapa harus pake perantara? Sekali lagi,untuk meminimalisir interaksi langsung yang bisa menimbulkan zina hati, resikoPHP (Pemberi Harapan Palsu;p), sakit hati, dan resiko pacaran. Klo lewatperantara kan lebih amaan.
Kriteria perantara:
a. TERPERCAYA, AMANAH, Jangan sampai perantaraEMBER! Taarufnya belum mulai beritanya udah kesebar..cuapee deeehh:D nah yangmau taarufnya juga jangan ember…taaruf itu rahasia lohh sampe undangan disebar.Kenapa? Karena taaruf itu BELUM TENTU JADI. Yang pake jadian aja belum tentujadi apalagi yang taarufan, hehehe.
b. jika bukan dari keluarga si target makaperantara harus SUDAH MENIKAH. Kenapa? Karena kalau belum menikah ntar diamalah ‘jadian’ sama si calon atau si target..biasa kan klo di pelem2 kukis juga tuh mak comblang suka jadian samayang dicomblangin..hayooh repot kan.
· Setelah perantara memastikan bahwa si targetbelum ada yang lamar, atau tidak sedang taaruf sama siapapun, naah silakanmasuk tahap berikutnya yaitu nitip CV. Oiasi target ini bebas lho, boleh punya target pribadi (alias inceran dari dulu)atau target yang ditawarin sama perantara. Up to you J
· Naah ini yang suka pada malu2 nanya: CV nyakayak apa siih?? Nih saya kasi garis besarnya. Boleh dimodifikasi sesuai seleraasal ga pake2 puisi cinta yeee…
- Nama Lengkap :
- Jenis Kelamin :
- Agama :
- Tempat/ tgl. Lahir :
- Status Pendidikan :
- Pekerjaan :
- Gaji :
- Jumlah Tanggungan :
- Riwayat Penyakit :
- Tinggi Badan/Berat :
- Riwayat Pendidikan :
- Hobi :
- Visi Hidup :
- Misi Hidup :
- Keluarga inti (lengkap dengan data pribadinya, kondisi sosial ekonomi, kondisi keislaman):
- Kegiatan Berorganisasi
22. Pengalaman Kerja
23. Karakter Psikologis
Pake foto gak? Up to you..yg jelas klo ada fotonyajgn yang gegayaan..balik lagi, berusaha sesuai syariat biar Allah kasi ygterbaik.
· Setelahtukeran CV, silakan istikharah dan musyawarah sama orang2 terdekat mau lanjutatau ngga. pada tahap ini kalau merasa belum perlu musyawarah gapapa. Karena barusekedar baca CV kaan, masih jauh perjalanan...hadeuh saya ngetiknya aja udahcape ;p
· Klo CVkita dapet lampu hijau, naah ketemuan deeh. Ini salah satu tahap paling mendebarkan, heheh. Ketemuan wajib ditemaniperantara YANG SUDAH MENIKAH atau mahram. Di sini kita bisa konfirmasi apa yangsudah ditulis di CV. Boleh banget eksplorasi apapun yang mau kita tau tentangtarget. Peraturannya: harus JUJUR. Gimana kalau pertanyaannya menyangkut aibkita? Jujur harga mati kalau ingin prosesnya berkah dan diridhoi Allah. Makanyasemua yang diutarakan saat pertemuan itu RAHASIA. Hanya mereka yang hadir danAllah yang tahu.
· Beberapahari setelah ketemuan, maksimal seminggu laah..kita harus kasi jawaban maulanjut atau tidak. Lagi2 istikharah, musyawarah kuncinya. Di sini kita jugabisa cari tau ttg target dari orang2 yg kenal baik dengannya. Istilah kerennyatabayun. Jadi konfirmasi tidak hanyadari pengakuan target saat taaruf. Setelah mengumpulkan informasi, kalau haticondong ingin lanjut, sampaikan pada perantara. Tapi jika tidak adaketertarikan, jangan dipaksakan. Pernikahan itu sebuah keputusan besar. Jangan dipermainkan,jangan dimudah-mudahkan, apalagi dipaksakan. Karena setelah tahap ini kitamasuk tahapan taaruf keluarga.
· Salingbertemu keluarga inti. Ingat, yang perempuan harus ditemani mahram ketikasilaturahim ke rumah calonnya. Untuk menjaga kehormatan dan harga dirilah. Kalauyang laki2 boleh2 aja silaturahim sendirian...kalo berani ;p di kesempatan inikeluarga inti boleh eksplor calon pasangan kita. Karena pada dasarnya, menikahitu juga dengan keluarganyaa..
· Ini tahapkrusial berikutnya. Selambatnya 2 minggu setelah pertemuan keluarga, berikepastian ingin lanjut atau tidak. Isi masa2ini dengan istikharah dan musyawarah. Jika lanjut maka segera tentukan lamaran kapan. Jika tidak lanjut, sampaikanbaik2 dan insyaAllah tidak ada yng tersakiti. Beda kaan sama pacaran...
· Lamaran.Selangkah lagi menuju pernikahan. Ingaat, belum resmi lhoo jadi suamiistri..masih harus jaga rambu2 pergaulan lawan jenis. Di sini bisa sekaliantentukan tanggal pernikahan.
· Nikah...alhamdulillaah:D
Hmmm sampai sini dulu yaa...mungkin masihpada penasaran n banyak pertanyaan..sok aja tanya..insyaAllah dijawab pas sempet :D sebenernya masih banyak yg maudishare tapi udah lewat jam malam saya nih, hehehe...sekian dulu,,trims dahbaca teman2 :D semoga Allah melapangkan hati kita untuk menerimahidayahNya..aamiin
Monday, 24 September 2012
RUMUS DARURAT " 991"
kalo USA punya 911 untuk dihubungi saat keadaan darurat, maka Indonesia punya rumus 991 untuk mengatasai darurat rumah tangga :D
rumus ini saya dapat dari sharing seorang teman tentang majlis ilmu yang ia hadiri di kantornya. rumus dari seorang ustazah yang insyaallah bermanfaat untuk kita.
rumus 99:1 penting kita aplikasikan saat bibir lagi maju 7 senti akibat ulah suami yang tidak berkenan di hati..dari mulai yang kecil-seperti meletakkan handuk basah sembarangan, sampai yang lumayan besar-seperti tidak peduli pada masalah istri.
apapun masalah yang sedang kita hadapi dengan suami, selama itu bukan terkait maksiat, kekufuran, maupun kriminalitas, maka rumus 99:1 wajib kita terapkan.
ehm,,maap agak bertele tele ya pembukanya. sengaja biar pada penasaran ;p
oiya, lupa. rumus ini juga bisa dipakai sama suami lho,, (klo lagi pada 'masuk goa' karena ngambek sama istri ;p)
RUMUS 99:1 adalah pekerjaan hati dan otak untuk memanggil 99 DATA KEBAIKAN PASANGAN saat ada 1 KESALAHAN atau KEKURANGAN PASANGAN yang membuat pudar cinta di rumah kita.
jangan sampai karena SATU hal saja, terhapuslah SEMBILAN PULUH SEMBILAN kabaikan yang telah ia lakukan pada kita.
karena suami pulang kemalaman, kita lupa bahwa ia hanya pulang kemalaman hari itu saja.
suami telat kasi uang belanja, kita curiga seolah ia tak pernah kasi uang belanja tepat waktu.
dan seterusnya....
begitu juga suami.
istrinya cuma sekali kalinya malas dandan, dikritik seolah tiap hari tidak pernah dandan buat suami.
istrinya suatu hari lupa masak, dimarahin seolah tiap hari gak pernah masak..
btw, poin of information, contoh2 diatas hanya fiktif belaka lhoo..klo ada kesamaan dg rumahtangga saudara itu mah DL , heheh..
so, mulai hari ini, sebelum kita ngambek sama pasangan, kita bikin daftar 99 kebaikannya dulu. simpan baik2 di tempat yang mudah terlihat. agar jika suatu hari kemarahan kita meledak..hup, tiba2 mata tertumbuk pada RUMUS 99:1 yang tertempel manis di kamar..:)
selamat mencoba :)
Cinta Bola Salju
“Nda…cintaku kepadamu bagaikan bola salju..” katanya sambil tersenyum manis.
“ semakin hari semakin besar…” sambungnya dengan senyum makin mengembang.
Saat itu kami sedang bergandengan tangan menyusuri jalanmenuju mal cijantung. Aku terpaku menatap matanya sambil mencerna kalimat yang barusan ia ucapkan.
Tidak biasanya suamiku melontarkan kalimat puitis nan romantis. Belum sempat aku melontarkan komentar pujian karena senyumku yang terlanjur merona, ia serta merta berucap,
“itu kan syair lagu dangdut, hehehe”. Gubrak…aku langsung tertawa kecele.
“baru aku mau kagum puji2 kamu..eh taunya contekan!” kataku pura-pura kesal sambil cengengesan. belakangan aku baru tau itu lagunya Sule, yang lawakannya sering 'menginspirasi' suamiku.
Suamiku memang humoris, setidaknya jika disandingkan dengan aku yang serba serius memandang hidup. Dia biasa melucu setiap saat. Tiada hari tanpa tawa bersamanya. Ia juga suka acara lawak di tv, acara yang tidak aku sukai.
Aku dan suamiku memang bagai pinang beda spesies, alias beda tipe. Kami adalah dua orang yang sangat berbeda. Suamiku periang, aku pendiam. Dia penghangat suasana dan pengundang tawa, sementara aku pemurung dan lebih suka mendengarkan tanpa komentar. Bahkan salah satu rekan kerjaku yang terkenal humoris sempat berkelakar, “ukuran saya lucu itu kalau bu yunda tertawa”. Katanya sambil mesem2. Karena memang aku yang paling jarang nimbrung tawa kalau ada lelucon di ruang kerja. Aku juga tak tahu kenapa.
Meskipun beda karakter, toh aku dan suamiku saling cinta. Mungkin benar kata orang, bahwa suami istri itu saling melengkapi, makanya pasti banyak perbedaan. Aku setuju. Tapi ada persaman yang tidak bisa ditawar harus ada diantara pasangan suami istri; persamaan visi.
Dua orang dengan latar belakang dan karakter yang berbeda hanya bisa bersatu dengan visi yang sama. Itu syarat utama menurut saya, lain tidak. Visi itulah yang akan melebur semua perbedaan yang ada menjadi warna warni indah dalam jalinan nikah.
Pendiam dan periang tidak akan jadi langit dan bumi atau kucing dan anjing di bawah naungan visi yang sama. Karena itulah, hal terpenting dalam memilih pasangan adalah seperti apa visinya.
Apa yang ia anggap penting dalam kehidupan, apa yang menjadi impian dalam keluarga yang akan dibangun, dan sebagainya.
Kalau sekedar karena sayang, sudah sangat kenal tabiat dan keluarganya, sudah nyaman bersamanya, tapi pandangan tentang hidup dan prinsip yang dijalani berbeda, jangan harap bisa jadi pasangan yang bahagia. Suami ingin punya istri yang mengurus keluarga di rumah sementara istri berprinsip harus punya karier tinggi di luar rumah. Dua pandangan yang berbeda. Jika tidak ada kompromi untuk visi awal yang dibangun bersama, rumah tangga tadi bisa kiamat alias the end. Tinggalah luka dan trauma membekas di kehidupan masing-masing, apalagi jika sudah punya anak.
Saya tidak tahu berapa banyak porsi menyatukan visi ini dalam pacaran yang umum dijalani orang. Saya memilih tidak pacaran dan menyatukan visi dengan cara lain. Pacaran yang katanya penjajakan, ajang pengenalan dan pertimbangan memilih pasangan rasanya tidak punya bukti akan menjamin kelanggengan setelah menikah. Begitu pula jalan yang saya pilih. Yang jelas, tidak artinya perasaan cinta mendalam pada pasangan jika pada akhirnya rasa itu kalah oleh tuntutan kehidupan nyata. luntur oleh guratan usia dan permasalahan rumah tangga.
Dua orang yang menikah karena cinta, menyatukan perasaan kasih yang telah berurat di jiwa, belum tentu mampu melawan badai kenyataan dalam hidup rumah tangga. Dulu saling cinta, begitu diterpa kondisi finansial yang sulit, padamlah sang cinta berganti kebencian dan airmata. Awalnya saling kasmaran, tetapi akhirnya dendam berdebaran karena sang kekasih bertemu yang lebih cantik dan muda. Begitulah. Rumah tangga memang penuh badai. Jika bahtera visi kita tak kokoh, apalah daya dayung cinta yang kita punya…
*ya Allah jadikanlah kami keluarga sakinah sampai ke surga..aamiin
“ semakin hari semakin besar…” sambungnya dengan senyum makin mengembang.
Saat itu kami sedang bergandengan tangan menyusuri jalanmenuju mal cijantung. Aku terpaku menatap matanya sambil mencerna kalimat yang barusan ia ucapkan.
Tidak biasanya suamiku melontarkan kalimat puitis nan romantis. Belum sempat aku melontarkan komentar pujian karena senyumku yang terlanjur merona, ia serta merta berucap,
“itu kan syair lagu dangdut, hehehe”. Gubrak…aku langsung tertawa kecele.
“baru aku mau kagum puji2 kamu..eh taunya contekan!” kataku pura-pura kesal sambil cengengesan. belakangan aku baru tau itu lagunya Sule, yang lawakannya sering 'menginspirasi' suamiku.
Suamiku memang humoris, setidaknya jika disandingkan dengan aku yang serba serius memandang hidup. Dia biasa melucu setiap saat. Tiada hari tanpa tawa bersamanya. Ia juga suka acara lawak di tv, acara yang tidak aku sukai.
Aku dan suamiku memang bagai pinang beda spesies, alias beda tipe. Kami adalah dua orang yang sangat berbeda. Suamiku periang, aku pendiam. Dia penghangat suasana dan pengundang tawa, sementara aku pemurung dan lebih suka mendengarkan tanpa komentar. Bahkan salah satu rekan kerjaku yang terkenal humoris sempat berkelakar, “ukuran saya lucu itu kalau bu yunda tertawa”. Katanya sambil mesem2. Karena memang aku yang paling jarang nimbrung tawa kalau ada lelucon di ruang kerja. Aku juga tak tahu kenapa.
Meskipun beda karakter, toh aku dan suamiku saling cinta. Mungkin benar kata orang, bahwa suami istri itu saling melengkapi, makanya pasti banyak perbedaan. Aku setuju. Tapi ada persaman yang tidak bisa ditawar harus ada diantara pasangan suami istri; persamaan visi.
Dua orang dengan latar belakang dan karakter yang berbeda hanya bisa bersatu dengan visi yang sama. Itu syarat utama menurut saya, lain tidak. Visi itulah yang akan melebur semua perbedaan yang ada menjadi warna warni indah dalam jalinan nikah.
Pendiam dan periang tidak akan jadi langit dan bumi atau kucing dan anjing di bawah naungan visi yang sama. Karena itulah, hal terpenting dalam memilih pasangan adalah seperti apa visinya.
Apa yang ia anggap penting dalam kehidupan, apa yang menjadi impian dalam keluarga yang akan dibangun, dan sebagainya.
Kalau sekedar karena sayang, sudah sangat kenal tabiat dan keluarganya, sudah nyaman bersamanya, tapi pandangan tentang hidup dan prinsip yang dijalani berbeda, jangan harap bisa jadi pasangan yang bahagia. Suami ingin punya istri yang mengurus keluarga di rumah sementara istri berprinsip harus punya karier tinggi di luar rumah. Dua pandangan yang berbeda. Jika tidak ada kompromi untuk visi awal yang dibangun bersama, rumah tangga tadi bisa kiamat alias the end. Tinggalah luka dan trauma membekas di kehidupan masing-masing, apalagi jika sudah punya anak.
Saya tidak tahu berapa banyak porsi menyatukan visi ini dalam pacaran yang umum dijalani orang. Saya memilih tidak pacaran dan menyatukan visi dengan cara lain. Pacaran yang katanya penjajakan, ajang pengenalan dan pertimbangan memilih pasangan rasanya tidak punya bukti akan menjamin kelanggengan setelah menikah. Begitu pula jalan yang saya pilih. Yang jelas, tidak artinya perasaan cinta mendalam pada pasangan jika pada akhirnya rasa itu kalah oleh tuntutan kehidupan nyata. luntur oleh guratan usia dan permasalahan rumah tangga.
Dua orang yang menikah karena cinta, menyatukan perasaan kasih yang telah berurat di jiwa, belum tentu mampu melawan badai kenyataan dalam hidup rumah tangga. Dulu saling cinta, begitu diterpa kondisi finansial yang sulit, padamlah sang cinta berganti kebencian dan airmata. Awalnya saling kasmaran, tetapi akhirnya dendam berdebaran karena sang kekasih bertemu yang lebih cantik dan muda. Begitulah. Rumah tangga memang penuh badai. Jika bahtera visi kita tak kokoh, apalah daya dayung cinta yang kita punya…
*ya Allah jadikanlah kami keluarga sakinah sampai ke surga..aamiin
Married Women Chat*
"Setelah
menikah lebih dari 5 tahun, orang mulai berpikir; ‘pernikahan ini ternyata
tidak menguntungkan buat saya’. Ini tidak akan terjadi jika masalah-masalah sebelum
tahun ke-5 telah diselesaikan" kalimat itu terlontar di suatu siang saat
kami para married women sedang menunggu
waktu pulang kerja. Yang bicara barusan-sebut saja namanya Emi- adalah temanku yang
usia pernikahannya telah mencapai masa ABG, 14 tahun. Aku dan teman satunya
lagi, yang usia pernikahannya baru 2 tahun hanya bisa manggut-manggut.
Apa
yang dikatakan Emy mengingatkanku pada kelas Psikologi Keluarga. Menurut teori
psikologi, masa krisis pernikahan adalah 5 tahun. Setelahanya, pernikahan relatif
lebih stabil. Tentu saja ini tidak berlaku umum. Sejumlah kecil kasus menunjukkan
pernikahan yang berusia tanggung maupun sepuh sekalipun dapat kandas. Pernikahan
orangtuaku sendiri kandas setelah 14 tahun. Ada pula yang sudah menikah 25
tahun akhirnya memutuskan bercerai. Menurut mereka, perceraian justru menjadi
jalan yang bisa mengantar pada ketentraman dan kebahagiaan pribadi serta
keluarga. Pada sebagian kasus, aku sepakat dengan ini. Mungkin karena itulah
Allah membolehkan perceraian meski dibenci-Nya, karena ia bisa menjadi pintu
darurat kala pernikahan hanya membawa mudharat.
Kelanggengan
sebuah pernikahan memang misteri tersendiri bagi semua yang menjalaninya. Mungkin
ada resep-resep tertentu yang menjadi bumbu
wajib, seperti komunikasi yang sehat, saling percaya dan setia, serta doa.
Selebihnya menurutku, adalah kuasa Allah atas hati setiap hamba-Nya.
Cinta
yang berada di hati suami dan istri, sepenuhanya dalam genggaman Allah, karena
Dia-lah Pemilik segala cinta. Dia pula Yang berkehendak membolak balik setiap
hati. Seorang teman bijak lainnya mengajarkanku
sebuah doa yang indah untuk pernikahannya:
“ya Allah, aku titipkan
mata, raga, hati, dan jiwa suamiku seluruhnya pada-Mu, karena Engkaulah pemiliknya,
bukan diriku. Jagalah ia dalam penjagaan-Mu yang kokoh dan sempurna”
Sungguh sebuah doa yang
rendah hati dan indah sekali. Pada hakikatnya, sekeras apapun seorang istri
‘membentengi’ suaminya dari godaan luar, tetap saja Allah yang memiliki benteng
paling kokoh untuk setiap hamba-Nya.
Semua
pasangan pastilah berharap pernikahannya langgeng sampai kakek nenek, sampai
suatu pagi salah satu dari mereka mati, seperti lirik lagu Sheila on 7. Namun perjalanan
menyatukan dua jiwa dengan segala perbedaannya
memang tak semudah menyanyikan lagu Saat Aku Lanjut Usia.
Ada
contoh nyata pernikahan luar biasa yang dapat menginspirasi kita. Diantaranya kisah
Bapak Eko Pratomo dan istri. Bapak Eko
Pratomo, seorang pengusaha sukses di bidang saham. Sejak melahirkan anak kedua,
hampir 20 tahun yang lalu, istrinya menderita lumpuh sekujur tubuh. Sehari-hari
Pak Eko merawat istrinya dengan penuh perhatian. Pak Eko marah dan menangis
ketika anak-anaknya meminta beliau ‘menyerahkan’ urusan merawat sang istri pada
anak-anaknya. Pak Eko tegas mengatakan bahwa apa yang selama ini ia lakukan adalah
usaha untuk membalas cinta dan kebaikan sang istri. Subhanallah.
Semoga
saja Allah menjaga hati kita dan pasangan agar senantiasa memiliki mawaddah-cinta-
dan sakinah-ketenangan- dalam mahligai rumahtangga kita, aamiin.
*By Yunda Fitrian-a special gift for special firends :)
Subscribe to:
Posts (Atom)