Thursday, 13 September 2018
Berani Lawan Hantu
Cerita adalah sebuah sarana jitu mengarahkan tingkah laku anak secara konkret. Dalam cerita, anak dapat mengindentifikasi diri dengan tokoh dan alurnya. Semakin jelas perilaku yang digambarkan tokoh cerita, semakin mudah anak menirunya.
Suatu kali, anak-anak sedang gandrung cerita mistis. Mereka mendapatkan cerita dari sepupu dan teman-temannya. Saya berusaha memberi pemahaman dan alternatif perilaku yang lebih sesuai dengan ajaran Islam terhadap dunia ghaib.
Saya pun mengarang cerita Si Baedah masuk rumah hantu. Seperti teman-temannya, Baedah penasaran ingin berkunjung ke rumah hantu yang sedang digelar di pasar malam.
Ketika minta izin pada ayah ibunya, Baedah ditantang untuk menghadapi hantu di rumah tersebut dengan berani. Ayah Baedah menantang apakah Baedah berani mengelitiki hantu hantu palsu tersebut. Jika ada perasaan takut melihat tampilan mereka yang menyeramkan, Baedah disuruh berdoa dengan bacaan taawudz dan surat pendek.
Saya juga menyelipkan pengertian tentang jin dan syaitan dalam dialog Baedah dan orangtuanya. Jadi tiap kali anak-anak kambuh takut sama dunia mistis, saya ingatkan alternatif perilaku yang dicontohkan di cerita Baedah.
#ibuprofesional
#bunsay
#level10
Mengarahkan Perubahan Perilaku lewat Cerita
Saat ada yang curhat mengenai perilaku anak, saya sering menyarankan orangtua untuk meluangkan waktu bercerita pada anak. Cerita diramu sedemikian rupa sehingga membawa pesan yang tepat untuk anak. Tentu saja efek cerita ini tidak instan. Butuh waktu, pengulangan, serta cara menyampaikan yang tepat.
Saran saya ini tentunya sudah saya terapkan pada anak-anak sendiri. Salah satu contohnya pernah saya lakukan pada Si Sulung.
Saat itu Si Sulung baru berusia 4 tahun. Ia sedang senang-senangnya beradu argumentasi. Saya merasa kesulitan meminta Si Sulung menjalankan perintah saya.
Suatu hari dongeng menjelang tidur untuknya saya selipkan sindiran halus tentang perilakunya. Tokoh utama dalam cerita itu seekor tikus, saya juga sudah lupa namanya. Si Tikus kecil ini saya gambarkan berperilaku persis Si Sulung.
Tikus kecil yang gemar membantah itu harus berpisah sementara dengan ibunya. Ia dititipkan di rumah tantenya karena sang ibu dirawat di rumah sakit.
Betapa kagetnya si anak tikus, sebab ternyata tantenya sangat galak. Sungguh berbeda dengan ibu yang selalu sabar dan lembut menghadapi pembangkangan si anak tikus.
Barulah si anak tikus sadar bahwa selama ini ia sudah berperilaku tidak baik pada ibunya. Ia berdoa sepanjang waktu agar ibunya sembuh kembali. Ia berjanji akan menjadi anak yang penurut pada sang ibu.
Si Sulung sangat terkesan dengan cerita ini. Ia terlihat berkaca-kaca ketika mendengar si anak tikus menyesali perbuatannya. Begitu berkesannya cerita ini hingga suatu ketika di usia 8 tahun Si Sulung mengingatkan saya tentang cerita ini.
#bunsay
#level10
#ibuprofesional
Wednesday, 12 September 2018
Dongeng sebagai Pengalih Fokus dari Rasa Sakit
Hari ini sepulang sekolah Si Sulung membawa 'oleh-oleh' berupa tangan yang keseleo. Ia meringis dan berteriak kesakitan jika siku kirinya tersentuh.
Utinya yang kebetulan datang, mengurut perlahan-lahan. Si Sulung awalnya menolak tapi lalu minta sambil diurut, saya bercerita saja. Saya lalu menawarkan cerita Si Baedah.
Cerita Baedah kali ini saya modifikasi. Kalau sebelumnya Baedah pergi ke Jepang, kali ini ia berkunjung ke Tembok China. Saya memasukkan kembali konsep rezeki tak akan lari.
Alhamdulillah Si Sulung berbinar dan menyimak penuh perhatian. Sampai akhirnya uti berhasil mengoles balsam dan mengurut tanpa harus mendengar Faza berteriak. Inilah salah satu contoh efek hipnotik dari dongeng: sebagai pengalih fokus.
#bunsay
#ibuprofesional
#level10
Tuesday, 11 September 2018
Menyelipkan Pesan Kejujuran Lewat Cerita Detektif
Anak-anak paling suka cerita misteri detektif atau petualangan. Jika suatu waktu mereka minta, saya pun selalu mengiyakan. Padahal belum terbayang mau cerita apa : D
Suatu ketika saya mengarang cerita dongeng Misteri Hilangnya Capit Kepiting Putra Mahkota. Tiba-tiba saja saya mendapat ide tentang putra mahkota Raja Kepiting yang capitnya hilang satu. Raja kebingungan sebab sang putra mahkota pun mengaku tidak tahu dimana capitnya tersebut.
Raja Kepiting akhirnya memanggil detektif Ozo Marozo yang terkenal cerdik. Setiap bagian cerita detektif selalu membuat anak-anak berbinar dan tertawa riang. Alhamdulillah saya selalu berhasil menghadirkan narasi lebay yang menurut anak-anak lucu.
Singkat cerita, detektif Ozo Marozo menemukan fakta menarik. Putra mahkota ketahuan berbohong. Ternyata ia tahu dimana capitnya hilang. Ia hanya takut dimarahi ayahnya.
Saya pun menutup cerita dengan ending pengakuan putra mahkota pada ayahnya. Lewat adegan ini saya menyampaikan pesan bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting, lebih dari apapun. Orangtua lebih senang anaknya jujur saat melakukan kesalahan. Daripada berbohong karena tidak mau mengakui kesalahan.
#bunsay
#ibuprofesional
#level10
Pesan Konmari Lewat Dongeng
Rumah saya termasuk tempat yang 'nyaman' bagi berbagai barang rongsok. Ada banyak barang tak terpakai yang rasanya sulit untuk dibuang karena berpikir suatu saat nanti dibutuhkan, entah kapan :Dr Termasuk mainan anak. Mulai dari yang masih bisa terpakai sampai yang sudah pretelan tetap tercampur aduk.
Setelah tahu konmari, saya semangat membenahi diri (dan rumah tentunya). Saat itulah saya dapat ide tentang dongeng Baedah episode sepeda baru.
Ceritanya suatu hari bapaknya Baedah memberi kejutan gembira. Bapaknya pulang membawa sepeda anak -anak berwarna pink, kesukaan Baedah.
Baedah bersujud syukur dan memeluk bapaknya. Ia tampak gembira sekali. Sesaat Baedah baru sadar, bagaimana bisa bapaknya membeli sepeda sebagus itu?
Bapak pun bercerita. Saat ia sedang mengesol sepatu di sebuah rumah mewah, pemilik rumah itu ternyata sedang mengeluarkan berbagai barang dari rumahnya. Barang-barang itu sudah tak terpakai, tapi masih sangat bagus. Salah satunya sepeda pink itu.
Pemilik rumah itu menawarkan Bapaknya Baedah untuk mengambil barang apapun yang ia mau. Pikiran bapaknya Baedah langsung tertuju pada sepeda pink tadi.
Saya membumbui cerita ini dengan narasi saat Baedah memainkan sepeda dengan gembira. Selesai bercerita, saya sampaikan pesan bahwa barang-barang yang ada di rumah kita dan lama tak terpakai, bisa jadi barang yang sangat dibutuhkan orang lain. Bisa lebih bermanfaat bila diberikan pada orang lain.
#bunsay
#level10
#ibuprofesional
Setelah tahu konmari, saya semangat membenahi diri (dan rumah tentunya). Saat itulah saya dapat ide tentang dongeng Baedah episode sepeda baru.
Ceritanya suatu hari bapaknya Baedah memberi kejutan gembira. Bapaknya pulang membawa sepeda anak -anak berwarna pink, kesukaan Baedah.
Baedah bersujud syukur dan memeluk bapaknya. Ia tampak gembira sekali. Sesaat Baedah baru sadar, bagaimana bisa bapaknya membeli sepeda sebagus itu?
Bapak pun bercerita. Saat ia sedang mengesol sepatu di sebuah rumah mewah, pemilik rumah itu ternyata sedang mengeluarkan berbagai barang dari rumahnya. Barang-barang itu sudah tak terpakai, tapi masih sangat bagus. Salah satunya sepeda pink itu.
Pemilik rumah itu menawarkan Bapaknya Baedah untuk mengambil barang apapun yang ia mau. Pikiran bapaknya Baedah langsung tertuju pada sepeda pink tadi.
Saya membumbui cerita ini dengan narasi saat Baedah memainkan sepeda dengan gembira. Selesai bercerita, saya sampaikan pesan bahwa barang-barang yang ada di rumah kita dan lama tak terpakai, bisa jadi barang yang sangat dibutuhkan orang lain. Bisa lebih bermanfaat bila diberikan pada orang lain.
#bunsay
#level10
#ibuprofesional
Friday, 7 September 2018
Menyuburkan Fitrah Iman Lewat Dongeng_Tantangan Hari ke-5
Si Tengah sedang gandrung menyatakan ingin ke Jepang main salju. Gak tau kenapa, mungkin lihat Doraemon :D Berulangkali dia juga minta cerita Si Baedah pergi ke Jepang dengan permintaan tambahan: gak boleh mimpi, harus beneran.
Awalnya saya menakar dengan kacamata orangtua. Saya katakan, Si Baedah itu ayahnya kan tukang sol, ibunya jualan lontong, gak punya uang sebanyak itu buat pergi ke Jepang. Tapi si Tengah tetap merajuk. Sampai saya sadar, harusnya saya bersyukur memanfaatkan momen ini untuk memasukkan konten dakwah. Bahwa segala sesuatu bisa terjadi ketika Allah menghendaki, meskipun di mata manusia itu mustahil. Hm, dalem yaa pesan yang bisa saya sampaikan.
Maka saya pun bercerita. Begini ceritanya.
Suatu hari di sekolah, Baedah melihat Fitri, teman sekelasnya, tampak sedih. Fitri menyendiri tak ikut bermain seperti biasanya.
Baedah menyapa Fitri dan menanyakan tentang wajah sedih temannya itu. Fitri pun bercerita. Ia sedih karena sepupunya yang akan ia ajak ke Jepang, tidak jadi ikut. Ceritanya, ayah Fitri akan ada pekerjaan ke Jepang. Fitri, ibu, dan sepupunya akan diajak. Sepupu Fitri diajak untuk menemani Fitri berjalan-jalan di Jepang.
Tiba-tiba Fitri mendapat ide untuk mengajak Baedah. Fitri selalu senang bermain dengan Baedah. Menurut Fitri, Baedah anak yang ceria dan suka menolong. Mendapat tawaran Fitri, jantung Baedah berdegup kencang. Ia ingin sekali ikut ke Jepang! Tapi tentu saja ia harus mendapatkan izin kedua orangtuanya.
Singkat cerita, karena keluarga Fitri dan Baedah sudah saling kenal baik, Baedah pun diizinkan. Saya bercerita panjang lebar tentang kegiatan mereka di Jepang. Si Tengah berbinar-binar tersenyum lebar. Membayangkan Baedah bermain salju dan berwisata di kota Tokyo.
Saya pun membangkitkan nilai keimanan dari cerita tersebut. Bahwa bagi Allah, semua mudah. Apa yang Dia kehendaki meski mustahil di mata manusia, dapat terjadi tanpa diduga.
#level10
#bundasayang
Awalnya saya menakar dengan kacamata orangtua. Saya katakan, Si Baedah itu ayahnya kan tukang sol, ibunya jualan lontong, gak punya uang sebanyak itu buat pergi ke Jepang. Tapi si Tengah tetap merajuk. Sampai saya sadar, harusnya saya bersyukur memanfaatkan momen ini untuk memasukkan konten dakwah. Bahwa segala sesuatu bisa terjadi ketika Allah menghendaki, meskipun di mata manusia itu mustahil. Hm, dalem yaa pesan yang bisa saya sampaikan.
Maka saya pun bercerita. Begini ceritanya.
Suatu hari di sekolah, Baedah melihat Fitri, teman sekelasnya, tampak sedih. Fitri menyendiri tak ikut bermain seperti biasanya.
Baedah menyapa Fitri dan menanyakan tentang wajah sedih temannya itu. Fitri pun bercerita. Ia sedih karena sepupunya yang akan ia ajak ke Jepang, tidak jadi ikut. Ceritanya, ayah Fitri akan ada pekerjaan ke Jepang. Fitri, ibu, dan sepupunya akan diajak. Sepupu Fitri diajak untuk menemani Fitri berjalan-jalan di Jepang.
Tiba-tiba Fitri mendapat ide untuk mengajak Baedah. Fitri selalu senang bermain dengan Baedah. Menurut Fitri, Baedah anak yang ceria dan suka menolong. Mendapat tawaran Fitri, jantung Baedah berdegup kencang. Ia ingin sekali ikut ke Jepang! Tapi tentu saja ia harus mendapatkan izin kedua orangtuanya.
Singkat cerita, karena keluarga Fitri dan Baedah sudah saling kenal baik, Baedah pun diizinkan. Saya bercerita panjang lebar tentang kegiatan mereka di Jepang. Si Tengah berbinar-binar tersenyum lebar. Membayangkan Baedah bermain salju dan berwisata di kota Tokyo.
Saya pun membangkitkan nilai keimanan dari cerita tersebut. Bahwa bagi Allah, semua mudah. Apa yang Dia kehendaki meski mustahil di mata manusia, dapat terjadi tanpa diduga.
#level10
#bundasayang
Tuesday, 4 September 2018
Antara Imajinasi (Anak) dan Realita (Orang tua)
Si Sulung dan Si Bungsu selalu berbinar dan menagih cerita episode baru Si Baedah. Karena itulah, kadang saya menggunakan iming-iming cerita Si Baedah untuk membujuk mereka tidur atau melakukan sesuatu :D
Seperti hari itu. Saya membujuk mereka segera tidur dengan menawarkan cerita Si Baedah Naik Layangan Ajaib. Tak tahu mengapa judul itu yang terlintas di pikiran saya. Mungkin di alam bawah sadar saya tersimpan memori waktu masih ALAY ;D
Begini ceritanya..suatu siang saat sedang membantu ibunya membuat dagangan lontong, Baedah melihat layangan putus. Layangan itu cantik sekali, warnanya pink berbentuk hati. Beda dari layangan biasanya.
Baedah tertarik saat melihat layangan itu putus dan terbang ke arahnya. Ia langsung berlari mengejar layangan tersebut sampai dapat.
Layangan itu jatuh tepat di hadapan Baedah. Baedah memungut dan mendekap layangan itu dengan mata berbinar. Mulutnya mengucap hamdalah lalu tertawa riang.
"Asyiknya bisa main layangan..seandainya aku bisa main layangan sambil lihat salju!" Teriak Baedah. Tiba-tiba, triiing! Baedah berada di sebuah tempat penuh salju! Ia tak percaya dan mencubit tangannya, ternyata sakit. "Berarti ini bukan mimpi!" Baedah berteriak.
Baedah berkeliling dengan layangannya di tengah salju. Tiba-tiba angin bertiup kencang menerbangkan layangannya. Baedah segera berlari mengejar layangan tersebut.
Tapi layangan terbang semakin tinggi, tinggi sekali. "Layangan ajaib, tunggu aku! Kembaliii ke sinii!" Pelan-pelan Baedah mendengar suara seseorang memanggil. Ia merasakan orang itu menyentuh kepalanya.
"Baedah bangun! Ngapa tidur teriak-teriak begitu?" Baedah membuka mata dan melihat wajah ibunya. Haa ternyata ini mimpi di siang bolong..!
Si Tengah tidak terima ending cerita ini hanya mimpi. Dia minta besok saya cerita Si Baedah pergi ke Jepang tapi gak boleh mimpi :D
#ibu profesional
#bunsay
#level 10
Subscribe to:
Posts (Atom)