Showing posts with label Bunda Sayang. Show all posts
Showing posts with label Bunda Sayang. Show all posts
Saturday, 4 August 2018
Tantangan Hari 1 Kreativitas Keluarga
Alhamdulillah, akhirnya mulai menuliskan kembali tantangan bunsay setelah berjibaku dengan tugas-tugas lain.
Kisah pertama tentang kreativitas ini berasal dari momen bersama Si Tengah, hari Senin lalu.
Ceritanya kami sedang bermain peran. Si Tengah menjadi penjual makanan, saya menjadi pembeli. Saat membungkus makanan ke dalam mika bening, Si Tengah tidak berhasil menutup bagian atas mika karena stepler yang dipakai selalu bengkok.
Si Tengah lalu meminta pertolongan saya. Kesempatan ini langsung saya manfaatkan untuk mengasah kreativitas Si Tengah.
" Coba menurut Nafsa kalau tidak bisa pakai stepler, baiknya pakai apa?" ujar saya bertanya balik. Sejenak ia berpikir lalu berceloteh riang, "pake selotip!"
"Nah itu tau, yuk Nafsa coba!", jawab saya. Si Tengah bergegas mencoba dan melakukan semuanya sendiri.
Setelah ia berhasil, saya mengapresiasi perbuatannya. Saya juga mengingatkan bahwa itu adalah contoh sikap kreatif. Jadi salah satu contoh kreatif adalah mampu melakukan problem solving, mencari alternatif pilihan yang paling mungkin menjadi pemecahan masalah.
#tantangan 10hari
#kreativitas
#bunsay
Friday, 27 July 2018
Aliran Rasa Materi Cerdas Finansial
Materi ini sebenarnya materi yang sangat saya tunggu sejak awal kelas.
Namun di perjalanan pengerjaan tantangan, saya belum optimal.
Saya mencoba merefleksikan penyebabnya. Mungkin karena saya sendiri belum benar-benar berusaha belajar mencerdaskan diri dalam hal finansial. Masih asal dan belum kuat usaha untuk berubah. Padahal ilmu yang sudah ada secuil itu harus diterapkan.
Alhamdulillah, tetap bersyukur karena setidaknya, anak-anak sudah berhasil dikenalkan konsep rezeki, hak dhuafa, dan membedakan keinginan atau kebutuhan saat berbelanja.
Semoga ke depannya kami bisa terus berusaha lebih baik lagi dalam mengelola keuangan.
#bunsay_iip
#aliranrasa
Thursday, 19 July 2018
Tantangan Hari ke-10 Cerdas Finansial
Hari kedua sekolah, kami sudah mulai memberi uang saku. Kami sepakat meberinya uang saku pekanan, jumlahnya 25 ribu rupiah. Sejauh ini Si Sulung bisa mengelola dengan baik. Tidak pernah minta tambah karena habis sebelum waktunya. Juga belum pernah minta kenaikan uang saku.
Semoga kami bisa menjaga kesederhanaan Si Sulung hingga dewasa.
#cerdas finansial
#bunsay
#ibuprofesional
Tantangan Hari ke-9 Cerdas Finansial
Hari pertama masuk sekolah, kami lupa memberi uang saku pada Si Sulung. Namun kami membawakan camilan dan makan siang.
Pulang sekolah, Si Sulung tidak mengeluh tentang uang sakunya. Ia memang baru kami berikan uang saku semester dua di kelas dua. Jadi sepertinya Si Sulung sudah biasa tidak bawa uang saku. Alhamdulillah Si Sulung termasuk anak yang tidak pernah rewel minta jajan. Semoga hal ini tumbuh menjadi prinsip hidup tidak konsumtif hingga ia dewasa.
#cerdas finansial
#bunsay
#ibuprofesional
Tantangan Hari ke-8 Cerdas Finansial
Hari Sabtu lalu kami melanjutkan berbelanja kebutuhan Si Sulung yang belum didapat dari toko sebelumnya. Kami mencari kaus dalam untuk anak perempuan.
Sesampainya di supermarket, kami menemukan kaus dalam tersebut dan hanya satu jenis. Karena tidak ada pilihan lain, kami pun membeli barang tersebut.
Saat kami hendak ke kasir, saya menyempatkan untuk membeli beberapa barang kebutuhan sehari-hari yang memang akan digunakan dalam waktu dekat.
Ketika melihat lihat daftar harga, Si Sulung sudah bisa membandingkan harga mahal dan murah. Jika ada yang lebih murah ia akan merekomendasikan untuk saya dan meminta saya tidak membeli yang mahal. Semoga saja kejelian ini bagian dari cerdas finansial :D
#cerdas finansial
#bunsay
#ibuprofesional
Tantangan Hari ke-7 Cerdas Finansial
Beberapa hari lalu Si Sulung diajak ayahnya membeli peralatan sekolah. Sebelum berangkat kami sudah membuat daftar belanja. Alhamdulillah, semua yang dibeli sesuai dengan daftar belanja, tidak membeli yang di luar daftar. Malah ada beberapa item yang belum didapat.
Sesampainya di rumah, saya terharu melihat Si Sulung membagikan buku tulis pada adik-adiknya dan hanya menyisakan kelebihan 1 buku (dari yg diminta sekolah). Saya pun mengapresiasi kebaikan Si Sulung untuk berbagi. Semoga Si Sulung kelak terbiasa mengeluarkan hak untuk orang lain pada rezeki yang diterimanya.
#cerdasfinansial
#bunsay
#ibuprofesional
Friday, 13 July 2018
Tantangan Hari ke-6 Cerdas Finansial
Akhirnya bisa kembali menulis tugas ini. Sebenarnya sudah beberapa hari ada kejadian yang dapat dicatat sehubungan dengan tugas kali ini. Tapi belum dapat waktu yang tepat.
Beberapa hari yang lalu, suami mengajak kami nonton bioskop. Selesai nonton, Si Tengah mengeluh lapar dan minta beli makanan. Si Sulung mengaku lapar juga. Tapi ketika ayahnya mengajak membeli makanan di luar mall saja, Si Sulung mendukung. Ia mengatakan lebih baik beli di luar, menimpali saya yang mengatakan makanan dalam bioskop mahal.
Setelah sampai di minimarket pinggir jalan, Si Sulung juga mengingatkan adiknya agar membeli jajanan sesuai pesan ayahnya, yaitu satu item saja. Saya bersyukur Si Sulung bisa menjadi tim dalam menegakkan aturan finansial :)
#bunsay_iip
#cerdasfinansial
Tuesday, 10 July 2018
Tantangan Hari ke-5 Cerdas Finansial
Peristiwa kali ini sebenarnya cukup meresahkan saya dan suami. Pasalnya, Si Sulung kehilangan dompet berisi uang lebaran yang ia simpan di lemari kamarnya. Ini kedua kalinya ia kehilangan uang lebaran. Pertama di Taman Pintar Jogja saat pulang ke kampung buyutnya lebaran lalu. Sekarang lebih resah karena hilangnya di rumah sendiri.
Saat kehilangan pertama lalu, saya dan suami berusaha menenangkan Si Sulung yang cukup histeris. Ia marah sekali pada pencuri uang tersebut, yang sampai sekarang tidak kami ketahui. Namun di akhir hari, selepas sholat maghrib di Taman Pintar, Si Sulung mengaku sudah ikhlas dengan kejadian tersebut. Kami memang berusaha memberi pengertian bahwa jika uang tersebut rezekinya, pasti Allah akan mengganti, bahkan bisa jadi dengan yang lebih baik.
Pada kehilangan kedua ini, Si Sulung tampak lebih tabah. Tidak ada tangis histeris lagi. Ia mengaku sedih, tapi yakin kalau memang rezeki pasti akan kembali.
Begitulah pengalaman menyedihkan yang ternyata dapat menjadi sarana belajar konsep cerdas finansial. Bahwa rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari.
#bunsay_iip
#tantangan 10 hari
#cerdas finansial
Thursday, 5 July 2018
Tantangan Hari ke-3 Cerdas Finansial
Hari Kamis lalu kami mampir ke Toko Buku Gramedia Bintaro. Tidak direncanakan sebelumnya karena niat awal ikut kajian di Masjid Ash Shaf. Baru sampai depan masjid, sekuriti menginfokan kajian libur karena ustadz berhalangan hadir.
Kami akhirnya jalan (kaki) sore ke gramedia. Memang mama saya ingin mencari hadiah ultah Si Tengah.
Sebelum sampai ke gramedia, saya membriefing Si Bungsu dan Si Sulung. Si Tengah tidak ikut karena memilih bersama sepupunya di rumah. Saya membriefing bahwa saya tidak bawa uang banyak, jadi hanya lihat lihat saja di sana.
Sesampainya di gramedia, ternyata banyak godaan. Melihat Si Sulung sibuk melihat seolah akan membeli, saya mengingatkan tentang briefing tadi. Ia pun paham namun tetap melihat lihat ke sana kemari.
Akhirnya saya yang luluh karena Si Sulung bilang belum beli kado ultah adiknya dan ingin membelikan dengan uangnya sendiri. Ia berjanji akan mengganti uang saya karena ia tidak membawa uang.
Saya setuju dengan syarat barangnya seharga di bawah 50ribu rupiah saja. Setelah waktunya membayar, ternyata ia memilihkan mainan lilin seharga 20ribu.
Itulah pengalaman kami hari ini. Walaupun akhirnya jadi ada pengeluaran tak terduga, saya tetap senang dengan inisiatif Si Sulung membelikan hadiah dengan uangnya sendiri.
Bersikap konsisten tidak harus menghilangkan fleksibilitas kita sebagai ortu. Dalam kasus hari ini, saya merasa harus lebih menghargai inisiatif Si Sulung meski jadi keluar dari kesepakatan briefing sebelumnya. Sebab saya menghargai argumentasi dan niat baik Si Sulung untuk adiknya.
#bunsay_iip
#cerdas_finansial
#tantangan 10 hari
Wednesday, 4 July 2018
Tantangan Hari ke-2 Cerdas Finansial
Hari kedua tantangan cerdas finansial, teruji saat kami berbelanja kebutuhan bulanan di sebuah supermarket.
Sejak di rumah, saya sudah membuat daftar belanja. Tak lupa membriefing anak anak tentang apa yang boleh dan tidak selama berada di supermarket. Semuanya mengerti karena sudah terbiasa dengan aturan tersebut.
Pas sekali, Si Tengah akan ultah tgl 4 Juli. Jadilah ia meminta beli hadiah di supermarket tersebut. Saya membolehkan dengan syarat harga di bawah 50ribu dan harus benda yang dibutuhkan, bukan sekadar ingin. Alhamdulillah sebelumnya kami sudah diskusi tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan.
Awalnya Si Tengah protes karena menurutnya sulit mencari barang seharga segitu. Saya menahan tawa saat mendengar pernyataan Si Tengah. Tapi saya tetap berargumen bahwa uang segitu cukup dan pasti ada barangnya.
Sampai di supermarket, Si Tengah sibuk mencari hadiah ultahnya. Awalnya ia tertarik dengan pulpen pensil dan stationary lainnya. Begitu pula Si Sulung. Lalu saya ingatkan kembali apa mereka benar benar butuh? Sebab saya lihat di rumah sudah banyak alat tulis dan belum berhasil mereka simpan dengan apik.
Si Tengah bersungut sungut tapi mengerti lalu mencari barang lain. Si Sulung berkata sebenarnya ingin beli stationary tersebut tapi ketika saya ingatkan tentang butuh dan ingin ia dapat menerima dengan lapang.
Pilihan Si Tengah akhirnya jatuh pada sebuah botol minum. Padahal, di rumah juga sudah ada beberapa. Saya ingatkan kembali tentang itu, tapi ia tetap mau beli botol tersebut. Alasannya harganya sesuai budget yang saya tetapkan dan modelnya beda dari yang di rumah.
Memang setelah saya timbang timbang, sulit mencari barang dengan harga segitu di supermarket ini. Betul juga alasan tentang modelnya. Botol yang dipilih Si Tengah memang lebih praktis dibawa dan ukurannya pun lebih pas untuknya. Dengan pertimbangan tersebut, saya pun mengaminkan pilihan Si Tengah sambil memintanya untuk merawat botol tersebut dengan baik.
Itulah pengalaman hari kedua cerdas finansial. Semoga hari berikutnya lebih hemat lagi, hehehe.
#bunsay_iip
#cerdas_finansial
#tantangan10hari
Monday, 2 July 2018
Tantangan Hari 1 Cerdas Finansial
Setelah siang hari mendapat materi tentang Cerdas Finansial, malam harinya pas sekali ada waktu ngobrol dengan duo kakak. Padahal biasanya saya sibuk ngelonin si bungsu.
Kesempatan itu langsung saya mafaatkan untuk menyampaikan ulang konsep rejeki yang dibahas siang tadi.
Saya sampaikan bahwa rezeki itu tidak hanya uang, tapi juga kesehatan, bisa berkumpul, bisa melihat, dan banyak lagi. Duo kakak ikut menambahkan contoh seperti bisa beli mainan, bisa jalan-jalan. Alhamdulillah sepertinya mereka mengerti.
Saya sampaikan pula dalam harta yang kita dapat ada hak orang lain. Mereka juga menanggapi dengan cerita pengalaman bersedekah karena memang sudah kami pahamkan sebelumnya.
Kemarin, saya mengajak si sulung ikut mentoring parenting ke Pamulang. Sementara dua adiknya ikut suami ke kantor.
Pulangnya saya sengaja menyempatkan untuk jalan-jalan mengantar Si Sulung potong rambut. Di perjalanan, sambil makan es doger saya sambung penjelasan tentang rezeki. Bahwa semua makhluk Allah sudah ditentukan rezekinya. Jadi tinggal bagaimana menjemputnya dengan baik. Saya mencontohkan cicak yang merayap dengan rezekinya berupa nyamuk yang terbang. Meskipun nyamuk bisa terbang, saat sudah Allah takdirkan sebagai rezeki si cicak, pasti si cicak mampu menangkapnya meski ia hanya merayap.
Si Sulung mendengarkan dengan serius dan dan menanggapi dengan cerita pengalaman saat kehilangan barang. Biasanya kami langsung pahamkan kalau rezeki, barang itu akan kembali. Kalau tidak, berarti bukan rezeki.
Itulah pengalaman hari pertama tantangan 10 hari cerdas finansial. Semoga selanjutnya bisa lebih baik lagi.
#bunsay_iip
#cerdas finansial
#tantangan10hari
Thursday, 29 March 2018
Aliran Rasa Tantangan 10 Hari Menstimulus Anak Gemar Membaca
Pada tantangan kali ini, lagi-lagi saya sampai pada kesimpulan: orang tualah yang harus lebih banyak belajar :D
Terbukti, pada tantangan ini yang konsisten membaca tiap hari itu ya anak-anak. Emak bapaknya jangan ditanya. Sesempaatnya :D
Alhamdulillah, tantangan ini menjadi sarana saya menggiatkan kembali hobi membaca yang sejak kecil sudah saya miliki. Senang rasanya bisa menyempatkan membaca buku tiap hari, walaupun masih harus berjuang mengelola waktu agar bisa santai dan fokus membaca.
Suami saya, sejak kecil memang tidak suka membaca. Hanya buku-buku tertentu yang benar-benar 'ajaib' yang mampu dituntaskannya :) Saya pun tidak menuntut beliau berubah. Sebab masih banyak gunungan kebaikan yang perlu fokus saya amati darinya, dibanding menghabiskan energi mengubah kelemahan yang satu ini.
Saya bertekad tetap memelihara kebiasaan membaca di keluarga, terutama untuk tiga bidadari tercinta.
Tuesday, 20 March 2018
Tantangan Hari ke-10 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Hari ini Tiga Bidadari membaca buku kesukaan masing masing.
Si Sulung dengan novel mininya. Ia semangat sekali menceritakan bahwa si penulis buku sudah punya 18 karya di usianya yang baru 12 tahun (MasyaaAllah). Si Sulung pun menyatakan ingin bisa menulis buku ;)
Si Tengah dengan semangat membaca buku Niloya berbagai seri.
Si Bungsu membaca buku Kring Kring dan Niloya juga.
Ibu masih menekuni Fitrah Based Education meski secuil secuil. Ayah sampai hari kesepuluh ini bertahan dengan membaca di layar hp :D
#gamelevel5
Monday, 19 March 2018
Tantangan Hari ke-9 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Kemarin Kakak Faza membaca buku Princess Family. Buku tersebut adalah novel fiksi mini untuk anak anak.
Kakak Nafsa Si Tengah membaca mandiri buku buku Niloya dan minta dibacakan beberapa buku lainnya.
Adik Naura tercyduk membaca mandiri dengan suara nyaring buku berjudul Kring Kring.
Teman teman Rumah Baca Anak Tidore membaca banyak sekali buku karena saya ingatkan tentang lomba baca buku di bulan Maret ini.
Saya sendiri membaca buku Cara Nabi Mendidik Anak. Suami masih membaca artikel di linimasa :D
Friday, 16 March 2018
Tantangan Hari ke-8 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Tantangan Hari
ke-8 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Setelah dua
hari absen baca buku karena sibuk wara wiri cari ide buat market week di
sekoah, si sulung akhirnya kembali menekuni buku novel mini favoritnya. Hari ini
ia membaca Misteri Pohon tua di Rawalele dan Princess Family. Sementara si
tengah kembali membaca buku favoritnya serial Niloya dan ensiklopedia, bersama
si bungsu menyimak saya.
Si sulung juga membacakan buku untuk si tengah dan si bungsu. Kebiasaan saya
membacakan buku ke anak-anak Alhamdulillah sudah ditiru oleh si sulung dan si
tengah yang suka membacakan buku untuk adik mereka. Momen membacakan buku ini selalu saya apresiasi.
Saya sendiri
kembali menekuri buku Fitrah Based Education bagian ore aqil baligh (halaman
306-312) sebagai bekal mengisi seminar pra baligh di sekolah si sulung.
Suami? Masih
betah membaca via layar android :D
Sejauh ini
daun terlebat pohon literasi kami ditumbuhkan oleh si tengah yang setiap hari
bolak balik baca buku. Alhamdulillah, semoga kami semua tertular semangatmu,
Sayang J
#gamelevel5
#bundasayang
#ibuprofesional
Thursday, 15 March 2018
Tantangan Hari ke-7 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Rabu kemarin jadwalnya Si Tengah berenang dari sekolah. Jadi kami hanya membaca buku di awal dan akhir hari. Seperti biasa, saya membacakan buku untuk membujuk anak anak mau sarapan sepagi mungkin.
Si Sulung sedang sibuk dengan rencana market week sehingga belum sempat menekuni buku buku favoritnya.
Saya melanjutkan buku Senyaring Tawa Ananda, suami lanjut baca artikel di HP ;P
#game level 5
Tuesday, 13 March 2018
Tantangan Hari ke-6 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Hari ini agenda membaca kami tak banyak. Si Tengah dan Si Bungsu banyak bermain dengan sepupunya. Si Sulung sibuk mempersiapkan proyek di sekolah. Saya? Lagi pengen masak dan berbenah tempat piring. Si Ayah pergi bekerja seharian.
Alhamdulillah kami masih sempat membaca bersama buku ensiklopedia hewan. Anak anak senang dengan gambar hewan hewan yang besar dan mirip aslinya.
Semangat konsisten membaca masih menjadi pe er buat ayah bundanya :D
#gamelevel5
#bunsay
Monday, 12 March 2018
Tantangan Hari ke-5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Siang itu si tengah minta dibacakan 4 buku sebelum tidur. Ia memilih buku tentang para ilmuwan Muslim yang dikemas khusus untuk balita. Nafsa sangat suka ilmuwan ahli tumbuhan, Ibnu Al Baitsar. Selesai membacakan keempat buku, saya lanjut mengantar tidur si tengah dan si bungsu. Sesat saya terlelap juga.
![]() |
| Si Sulung kepergok bacain buku untuk Si Bungsu |
Beberapa saat kemudian saya terbangun mendengar suara si sulung yang ternyata sudah pulang sekolah. Ia sedang membacakan keempat buku tersebut kepada si bungsu, yang ternyata sudah bangun lebih dulu daripada saya.
Saya sendiri baru bisa membaca buku karena anak-anak taman baca datang sebelum si tengah dan si bungsu tidur siang tadi. Saya sempat membacakan mereka buku ensiklopedia hewan, tubuh manusia, dan tokoh.
Tantangan membaca ini tampaknya lebih sulit dijalani oleh saya pribadi dan suami. Karena kami belum bisa konsisten membaca buku setiap hari. Alhamdulillah kalau anak-anak selalu rutin dan saya pun bisa baca buku karena membacakan untuk mereka.
#gamelevel5
Saturday, 10 March 2018
Tantangan Hari Ke-4 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Hari Sabtu ini kegiatan literasi kami disesuaikan dengan tema liburan. Sudah lama saya ingin mengajak anak anak ke Library Cafe di BSD.
Tempat ini semacam kafe yang setting ruangannya adalah perpustakaan rumahan. Saya baru tahu tempat ini Februari lalu saat acara offline kelas belajar menulis IP Tangsel.
Sesampainya di sana, ruang yang penuh buku dan mainan edukatif sedang dipakai oleh sekelompok anak SMA. Kami pun hanya masuk untuk mengambil beberapa buku.
Kami menunggu makanan sambil membaca di ruang belakang, tempat yang memiliki peralatan main anak seperti trampolin, perosotan, dan rumah rumahan. Sayangnya rumah rumahan dan sekitarnya kurang terawat, agak kotor sehingga saya kurang nyaman. Anak anak sih senang senang saja.
Kami tidak sempat mengambil foto di sana karena hp kami lowbat, haha. Saya pribadi sibuk mengawasi bocah agar bermain aman dan tetap bersih, sambil membacaka berbagai buku.
Sekian kegiatan hari keempat, semoga di lain waktu bisa mengunjungi perpustakaan nasional di Jakarta.
Friday, 9 March 2018
Tantangan Hari ke-3 Menstimulasi Anak Gemar Membaca
Hari ketiga, anak anak yang duluan laporan tentang kegiatan membacanya. Si sulung kembali menjadi sekretaris pencatat semua laporan judul buku mereka.
Si tengah, yang melihat laporan ayahnya masih kosong, bersaksi bahwa ayah membacakan buku untuk si bungsu. Baiklah, jadi kertas ayah terisi juga akhirnya, Alhamdulillah :D
Saya sendiri bersyukur bisa membaca lebih banyak kemarin. Saya membaca buku Senyaring Tawa Ananda, kumpulan tulisan bergizi Bu Yeti Widati. Buku yang sudah lama ingin saya selesaikan tapi belum punya manajemen waktu yang handal.
Terasa juga lebih ada dorongan untuk membaca meski terpotong potong waktunya. Jika biasanya ingin membaca tapi malas karena berpikir masih ada pekerjaan lain, sekarang mulai bertekad kegiatan ini harus dilatih agar konsisten. Sebab jika tidak meluangkan waktu, memang tidak akan ada waktu :)
#gamelevel5
#gemarmembaca
Si tengah, yang melihat laporan ayahnya masih kosong, bersaksi bahwa ayah membacakan buku untuk si bungsu. Baiklah, jadi kertas ayah terisi juga akhirnya, Alhamdulillah :D
Saya sendiri bersyukur bisa membaca lebih banyak kemarin. Saya membaca buku Senyaring Tawa Ananda, kumpulan tulisan bergizi Bu Yeti Widati. Buku yang sudah lama ingin saya selesaikan tapi belum punya manajemen waktu yang handal.
Terasa juga lebih ada dorongan untuk membaca meski terpotong potong waktunya. Jika biasanya ingin membaca tapi malas karena berpikir masih ada pekerjaan lain, sekarang mulai bertekad kegiatan ini harus dilatih agar konsisten. Sebab jika tidak meluangkan waktu, memang tidak akan ada waktu :)
![]() |
| Bayi aja meluangkan waktu buat baca buku, masak ibunya nggak ;D |
#gamelevel5
#gemarmembaca
Subscribe to:
Posts (Atom)

